Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jokowi Minta Setop Impor Alutsista, Begini Tanggapan Eks Menhan

Fahreza Rizky , Jurnalis-Sabtu, 23 November 2019 |12:20 WIB
 Jokowi Minta Setop Impor Alutsista, Begini Tanggapan Eks Menhan
Ryamizard Ryacudu (foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo ingin agar Indonesia bisa mengurangi ketergantungan impor alutsista dan bisa melakukan alih teknologi. Hal itu disampaikannya dalam rapat terbatas kebijakan alutsista di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat 22 November 2019.

Menanggapi itu, Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan dirinya sudah melakukan kebijakan itu ketika masih dalam pemerintahan. Ia mengklaim tidak pernah belanja alutsista dari luar negeri.

"Saya dari dulu emang begitu, kan dari dulu begitu. Saya nggak pernah beli alat (dari) luar negeri," kata Ryamizard usai menghadiri bedah buku dan diskusi panel "PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/1965" di Gedung Lemhanas, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019).

 Baca juga: Cegah Kebocoran Anggaran, Prabowo Sisir Belanja Alutsista

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu optimis peluang industri pertahanan dalam negeri akan semakin baik dan bahkan bisa mengekspor ke negara-negara lain.

"Iya industri dalam negeri. (Peluangnya) banyak. Saya nggak pernah (belanja alutsista dari luar). Yang penting orangnya, the man behind gun. Yang penting hebat-hebat orangnya," tukas Ryamizard.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tiga arahannya dalam rapat terbatas kebijakan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Kantor Presiden, Jakarta.

 Baca juga: Prabowo Jajaki Kerjasama Pertahanan dengan Menhan Ghana

Pertama, Jokowi ingin roadmap pengadaan alutsista harus jelas dalam pengembangan industri alat pertahanan di dalam negeri, mulai dari hulu sampai hilir, dengan melibatkan BUMN sampai swasta.

"Sehingga kita bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor alutsista dari luar negeri," ujar Jokowi.

Arahan Kepala Negara kedua ialah pengadaan alutsista harus memastikan alih teknologi dari setiap pengadaan alutsista maupun program kerja sama dengan negara-negara lain.

Ketiga, Jokowi meminta kebijakan pengadaan alutsista bisa mulai dari memperhitungkan, mengalkulasi, hingga mengantisipasi teknologi persenjataan yang begitu cepat berubah. Menurut dia, ini akan memengaruhi corak peperangan di masa yang akan datang.

"Jangan sampai pengadaan alutsista kita lakukan dengan teknologi yang sudah usang, yang sudah ketinggalan, dan tidak sesuai dengan corak peperangan di masa yang akan datang," ucapnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement