nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Akan Sensor Buku Agama yang Memuat Pemikiran Ekstrem dan Ide-Ide Sesat

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 09:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 27 18 2135254 china-akan-sensor-buku-agama-yang-memuat-pemikiran-ekstrem-dan-ide-ide-sesat-1xRK2DR6Az.jpg Kitab Injil dengan terjemahan bahasa Mandarin China. (Foto/AFP)

BEIJING – Pemerintah China akan menyensor semua teks dari kitab suci agama yang tidak sejalan dengan nilai-nilai sosialisme negara itu

Edisi-edisi baru dari kitab suci agama tersebut tidak boleh berisi konten apa pun yang bertentangan dengan kepercayaan Partai Komunis, menurut pejabat tinggi China.

Paragraf yang dianggap menyalahi aturan akan diubah atau diterjemahkan kembali.

Melansir Daily Mail, Rabu (27/11/2019) perintah penyensoran itu diberikan dalam pertemuan yang diadakan oleh Komite Urusan Etnis dan Agama Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, yang mengawasi masalah etnis dan agama di China.

Baca juga: Dokumen Rahasia Ungkap Cara China "Mencuci Otak" Muslim Uighur di Kamp Penahanan

Baca juga: Laporan Organisasi HAM: Begini Cara China Memata-Matai Warga Muslim Uighur di Xinjiang

Sekelompok 16 pakar, yang terdiri dari orang-orang dipercaya dan tokoh agama dari Komite Sentral Partai Komunis China menghadiri konferensi, menurut Kantor Berita Xinhua.

Pertemuan tersebut diawasi oleh Wang Yang, Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China.

Wang menekankan bahwa otoritas agama harus mengikuti instruksi Presiden China Xi Jinping dan menafsirkan ideologi agama yang berbeda, diganti dengan nilai-nilai inti Sosialisme China.

Dia mendesak para pejabat untuk membangun sistem keagamaan yang sejalan dengan karakteristik China.

Para pejabat setuju dengan arahan Wang, menambahkan bahwa misi penyensoran merupakan tonggak sejarah.

Mereka juga mengklaim bahwa dengan mengevaluasi kembali kitab serta buku agama, mereka akan mencegah “pemikiran ekstrem” dan “ide-ide sesat” yang dapat mengikis negara.

Penyensoran teks buku agama muncul di tengah kritik Internasional atas kebijakan China terhadap muslim Uighur di Xinjiang.

Dokumen yang bocor telah menunjukkan bagaimana pemerintah China menjalankan kamp penahanan untuk mencuci otak warga Uighur.

Dokumen-dokumen itu, yang mencakup pedoman untuk mengoperasikan pusat-pusat penahanan dan instruksi bagaimana menggunakan teknologi untuk menargetkan orang, mengungkapkan bahwa kamp-kamp bukan pelatihan, seperti yang diklaim China.

Para pakar dan aktivis PBB mengklaim setidaknya satu juta etnis Uighur dan Muslim lainnya ditahan di pusat-pusat penahanan di wilayah tersebut.

Mantan tahanan mengklaim bahwa Muslim dipaksa makan daging babi dan berbicara bahasa Mandarin di kamp-kamp tersebut.

Uighur adalah etnis minoritas di China yang secara kultural merasa lebih dekat terhadap bangsa Turk di Asia Tengah dan mayoritas Muslim

Setelah awalnya menyangkal keberadaan mereka, China mengakui bahwa mereka telah membuka pusat pendidikan kejuruan di Xinjiang yang bertujuan mencegah ekstremisme dengan mengajarkan bahasa Mandarin dan keterampilan kerja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini