Share

Teror Tawon Vespa Sudah Menelan 19 Nyawa di Jawa Tengah

Taufik Budi, iNews.id · Rabu 27 November 2019 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 27 512 2135042 teror-tawon-vespa-sudah-menelan-19-nyawa-di-jawa-tengah-a9t3rfg5OG.jpg Ilustrasi

SEMARANG - Serangan tawon endhas (Vespa affinis) menjadi teror yang cukup meresahkan masyarakat Jawa Tengah. Tak hanya menyebabkan korban meninggal dunia, serangan tawon juga menyebar di sejumlah daerah selama beberapa tahun terakhir.

Daerah yang paling parah terkena serangan tawon endhas adalah Klaten. Sejak 2016 Pemkab Klaten mencatat laporan sarang tawon endhas sebanyak 667 kasus. Sebanyak 10 orang tewas akibat sengatan tawon itu. Sementara di Pemalang, telah 9 korban meninggal sejak 2018.

Selain di Klaten dan Pemalang, tawon endhas juga meresahkan warga Kudus, Sukoharjo, dan Boyolali. Dalam satu tahun ini di Kudus terdapat empat kasus. Sementara di Sukoharjo sebanyak 400 sarang telah dimusnahkan dalam satu tahun ini. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir di Boyolali setiap malam ada dua atau tiga permintaan ke BPBD untuk memusnahkan sarang tawon.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk mengantisipasi serangan teror tawon endhas. Langkah pencegahan pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan patroli di daerah-daerah yang terindikasi jadi sarang tawon tersebut.

Baca Juga: Telan Tujuh Korban, Rescue Perindo Ungkap Cara Tangani Tawon Vespa Affinis

"Tindakan paling gampang sekarang harus ada patroli. Dan saya coba kontak dengan bupati agar ada patroli, tawon-tawon ini ada di mana dan apa yang terjadi," kata Ganjar, Rabu (27/11/2019).

Ganjar pun menyatakan siap membantu jika Pemerintah Kabupaten/Kota tidak sanggup mengatasi serangan tawon. Dia menegaskan pemerintah harus gerak cepat mengatasi teror tersebut agar masyarakat tidak semakin resah.

"Saya butuh dari inisiatif dari Pemkab. Kalaulah kemudian diperlukan dari kita, kita siap turun tangan. Beberapa dinas sudah saya sampaikan secara lisan mereka siap membantu. Tapi belum ada permintaan," katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini