Diplomat India Dikecam karena Usulkan Model Permukiman Israel di Kashmir

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 28 November 2019 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 28 18 2135578 diplomat-india-dikecam-karena-usulkan-model-permukiman-israel-di-kashmir-k7jPX26xIH.jpg Sandeep Chakravorty. (Foto/NDTV)

NEW DELHI - Seorang diplomat senior India mendapat kecaman setelah berargumen bahwa New Delhi seharusnya menggunakan 'model Israel' untuk memukimkan umat Hindu ke wilayah Kashmir yang disengketakan, membuatnya disebut sebagai bigot dan dituntut untuk mengundurkan diri.

Usulan kontroversial itu diajukan oleh Konsul Jenderal India di New York, Sandeep Chakravorty, dalam pidato pribadi dengan sekelompok umat Hindu Kashmir, yang dikenal sebagai Pandit, banyak dari mereka melarikan diri dari kekerasan di wilayah tersebut pada tahun 1970-an. Pidato itu direkam dalam video dan dibagikan secara luas di media sosial.

"Saya percaya kondisi keamanan di Jammu dan Kashmir akan membaik. Ini akan memungkinkan para pengungsi untuk kembali dan dalam masa hidup Anda, Anda akan dapat kembali ... karena kita sudah memiliki model di dunia," kata Chakravorty sebagaimana dilansir RT. Model yang dimaksud tamapaknya merujuk pada pemukiman Yahudi yang dibangun Israel di wilayah Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem.

"Saya tidak tahu mengapa kita tidak mengikutinya. Ini telah terjadi di Timur Tengah, Anda harus melihat, jika rakyat Israel dapat melakukannya. Kita juga bisa melakukannya."

Foto/Reuters

Israel telah membangun sekira 140 blok permukiman khusus Yahudi di Tepi Barat, wilayah mayoritas Arab yang direbutnya selama Perang Enam Hari pada 1967, dan dipertahankan dengan pendudukan militer. Puluhan negara di seluruh dunia menganggap pemukiman itu melanggar hukum internasional, Namun, dalam sebuah langkah yang membatalkan 40 tahun kebijakannya, pekan lalu Amerika Serikat (AS) menyatakan mengakui pemukiman-pemukiman Israel itu sah menurut hukum.

Baca juga: India Resmi Pisahkan Negara Bagian Jammu dan Kashmir

Baca juga: Pulang dari PBB, PM Pakistan Umumkan Jihad Atas Kashmir

Rekomendasi Chakravorty bahwa India mengikuti jejak Israel untuk umat Hindu di Kashmir disambut dengan kemarahan di media sosial, mendorong si diplomat untuk menarik pernyataannya, mengklaim kata-katanya salah ditafsirkan.

Namun, hanya beberapa kritik yang terkesan dengan respons tersebut, banyak yang bertanya-tanya “konteks” apa yang bisa menjelaskan pernyataan itu. Sementara yang lain menuntut permintaan maaf dan bersikeras agar dia mundur dari jabatannya.

Foto/Reuters

Skandal itu muncul tepat sebelum Hari Solidaritas Internasional dengan rakyat Palestina, yang ditandai oleh Perdana Menteri (PM) India Nerendra Modi dengan mengkritik keras permukiman Yahudi yang didirikan Israel, menyebutnya sebagai ilegal, dan menegaskan kembali “Dukungan kuat India untuk tujuan Palestina.”

Setelah kunjungan ke wilayah pendudukan terakhir lalu, sebagai PM India pertama yang melakukannya, Modi mengatakan dia berharap untuk melihat "negara Palestina merdeka yang hidup dalam lingkungan yang damai."

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini