nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos Warkop Sodomi 6 Bocah dengan Iming-Iming Ngopi Gratis

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 13:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 29 519 2135886 bos-warkop-sodomi-6-bocah-dengan-iming-iming-ngopi-gratis-yOP1QiJJNK.JPG Pemilik warkop pelaku kekerasan seksual anak di Tulungagung (Foto: Okezone.com/Syaiful Islam)

SURABAYA - Unit III/Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur menangkap seorang pemilik warung kopi (warkop), MNM (50) di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Sebab pria ini diduga melakukan tindak pidana kekerasan seksual pada anak laki-laki di bawah umur.

Para korban yang berjenis kelamin itu rata-rata berusia 14 tahun sampai 17 tahun. Sedikitnya sudah ada enam anak yang menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan tersangka. Mereka yaitu IW (17), MWN (17), FYS (16), CL (15) dan RD (17) warga Tulungagung, serta RNA (14) warga Blitar.

Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti karpet merah, celana panjang, kemeja, celana pendek dan celana dalam warna biru. Kini tersangka dijebloskan dalam tahanan Mapolda Jatim.

Direktur Reskrimum Polda Jatim, Kombes Pitra Andrias Ratulangie menjelaskan, modus yang dilancarkan tersangka yakni meminta nomor WhatsApp korban. Kemudian mengajak para korban untuk ngopi gratis di warkop tersangka.

"Setelah ngopi tersangka menyuruh korban untuk masuk ke dalam ruangan. Lalu tersangka menyuruh korban tidur, dan akan memberikan uang. Ketika korban tidur, tersangka melakukan kekerasan seksual pada korban," ucap Pitra, Jumat (29/11/2019.

Ekspose Kasus Kekerasan Seksual Anak

Menurut Pitra, pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut. Untuk mengetahui apa masih ada korban yang lain atau tidak. Ini menjadi bukti bahwa Polda Jatim sangat concern tehadap penegakan hukum kasus kekerasan anak di bawah umur.

"Kita ingin kejahatan ditekan. Tapi kalau sudah terjadi kita tangkap pelakunya dan diproses hukum. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 juncto UU RI Nomor 23 tahun 2003. Adapun ancaman hukumannya 5 tahun penjara," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini