JAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad menyebut bahwa menjadikan Pancasila sebagai ideologi dari Indonesia sesuai dengan konsep yang diputuskan dalam organisasinya.
Hal itu mengacu pada persentase masyarakat Indonesia sebanyak 81 persen yang menganggap negara dan agama sama pentingnya. Angka itu berdasarkan survei yang dilakukan Parameter Politik Indonesia dalam melakukan surveinya.
Masyarakat cenderung tidak tertarik untuk membenturkan agama dan negara. Dalam temuannya, Parameter menyebut sebanyak 62 persen masyarakat Indonesia mendukung konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Pancasila sebagai ideologi.
Baca Juga: Survei Parameter Politik: 81% Masyarakat Tak Tertarik Benturkan Agama dengan Negara
