nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua PN Medan Minta Kematian Hakim Jamaluddin Diusut Tuntas

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Sabtu 30 November 2019 06:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 30 608 2136289 ketua-pn-medan-minta-kematian-hakim-jamaluddin-diusut-tuntas-1aeEToTuGg.jpg Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno (Foto: Okezone/Wahyudi Aulia Siregar)

MEDAN – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sutio Jumagi Akhirno, meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kematian hakim Jamaluddin (55), yang ditemukan tewas dalam mobilnya di dasar jurang di kawasan Kutalimbaru, Deliserdang pada Jumat 29 November 2019 siang.

Permintaan itu disampaikan langsung oleh Sutio, di depan instalasi jenazah RS Bhayangkara Medan. Suto datang ke RS Bhayangkara Medan untuk memberikan dorongan moril kepada keluarga hakim Jamaluddin, yang jenazahnya tengah di autopsi di rumah sakit tersebut..

"Sesuai dengan harapan keluarga, kami meminta agar ini diusut tuntas. Keluarga Jamaluddin juga saya telepon menghendaki mana baiknya. Karena polisi menghendaki ini ditindaklanjuti untuk diautopsi, keluarga juga sudah setuju," ucap Sutio.

Baca Juga: Hakim PN Medan Tewas, Kapolrestabes Medan: Tunggu Hasil Autopsi

Ilustrasi

Sutio mengaku terkejut akan insiden tersebut. Ia mengaku baru mengetahui insiden tersebut dari salah seorang stafnya pada sore kemarin.

“Awalnya saya tahu dari anak-anak bahwa pak Jamal ditemukan di kebun-kebun di dalam mobilnya indikasi sudah meninggal dunia. Lalu kita telepon ke Polda Sumut, ternyata almarhum sudah dibawa ke RS Bhayangkara. Lalu kita meluncur kemari. Kita lihat ada jenazahnya di dalam. Jadi apa penyebabnya kita tidak tahu, inilah mau diselidiki oleh pihak kepolisian," ucap Sutio.

Lebih lanjut Sutio menjelaskan, Jamaluddin pada pagi hari itu, memang masuk ke PN Medan sebentar, lalu keluar namun tidak tahu kemana perginya.

"Saya tidak ketemu dengan beliau. Yang ketemu ada tadi teman. Mungkin sebelum jam 8 lah dia tadi pergi," ucapnya.

Sutio menambahkan, di pagi hari itu, PN Medan sedang menggelar acara sosialisasi dan simulasi E-Litigasi. Biasanya di hari Jumat, PN Medan menggelar olahraga. Namun khusus hari Jumat itu, olahraga ditiadakan karena ada acara sosialisasi.

"Di acara sosialisasi tadi, dia tidak masuk lagi didalam," jelasnya.

Saat ditanya apakah ketua PN tahu kasus yang sedang ditangani Jamaluddin beberapa hari terakhirnya ini, Sutio mengaku tidak tahu.

"Saya tidak tahu, mungkin majelisnya yang tahu ya. Saya juga baru dua minggu menjabat sebagai ketua PN Medan," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini