nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Salah Satu Orang Terkaya di Malta Didakwa Atas Pembunuhan Jurnalis Anti-Korupsi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 01 Desember 2019 11:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 01 18 2136562 salah-satu-orang-terkaya-di-malta-didakwa-atas-pembunuhan-jurnalis-anti-korupsi-z5bCQ0XDXl.jpg Yorgen Fennech. (Foto: Reuters)

VALETTA - Salah satu pria terkaya Malta, Yorgen Fenech, didakwa di pengadilan Valletta pada Sabtu atas tuduhan terlibat dalam pembunuhan bom mobil yang menewaskan jurnalis anti korupsi Daphne Caruana Galizia pada 2017.

Tuduhan resmi terhadap Fenech menandai bagian penting dalam penyelidikan pembunuhan Caruana Galizia, seorang jurnalis yang menyelidiki dan mengekspos korupsi di Malta.

BACA JUGA: Mobilnya Dipasangi Bom, Blogger Anti-Korupsi Ternama di Eropa Tewas

Caruana Galizia, 53 tahun, terbunuh oleh bom mobil ketika ia keluar dari rumahnya di Bidnija, 11 km dari Valletta, hanya setengah jam setelah menulis sebuah blog yang menggambarkan Schembri sebagai "penjahat". Penyelidik kemudian mengatakan kepada pengadilan bahwa bom itu diledakkan dari kapal pesiar di pelabuhan Valletta.

Dugaan hubungan Fenech dengan para menteri dan pejabat senior di negara itu juga telah melahirkan krisis politik bagi pemerintahan Perdana Menteri Joseph Muscat, yang tampaknya hampir mengundurkan diri pada Sabtu.

Daphne Caruana Galizia. (Reuters)

Fenech menyatakan dirinya tidak bersalah atas tuduhan keterlibatan dalam pembunuhan dan tuduhan lain yang terkait dengan kasus tersebut, yang meliputi keanggotaan dalam geng kriminal, dan konspirasi untuk menyebabkan ledakan.

Dalam sebuah pernyataan, Muscat mengatakan kepada Reuters bahwa dia akan berbicara tentang masa depannya setelah sidang. Sumber resmi mengatakan dia diharapkan mengumumkan pengunduran dirinya dalam waktu dekat.

Sejauh ini tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan.

Ditanya tentang hal ini sebelum Fenech didakwa, juru bicara perdana menteri mengatakan bahwa Muscat “telah berjanji berkali-kali bahwa dia ingin menyelesaikan kasus ini. Dia akan membuat pengumuman pada waktunya”.

Fenech, 38 tahun, yang sampai bulan ini menjabat sebagai kepala eksekutif salah satu perusahaan terbesar Malta, konglomerat Tumas Group, dibawa ke pengadilan dengan borgol di sebuah van polisi di bawah pengawalan polisi bersenjata berat hampir dua tahun sejak tiga pria lainnya didakwa telah meledakkan bom yang menewaskan jurnalis pada 16 Oktober 2017.

Ketiganya mengaku tidak bersalah dan masih menunggu persidangan.

Sumber yang diberi pengarahan tentang penyelidikan pembunuhan mengatakan kepada Reuters bahwa polisi menganggap Fenech sebagai dalang pembunuhan Caruana Galizia. Dalam pengajuan di pengadilan, Fenech menyebut nama mantan kepala staf Muscat, Keith Schembri, sebagai salah satu orang yang terlibat dalam pembunuhan jurnalis tersebut. Schembri ditangkap pada Selasa, tetapi dibebaskan dua hari kemudian.

Fenech ditangkap pada 20 November di kapal pesiar mewahnya ketika ia diduga berusaha meninggalkan pulau itu, beberapa hari setelah pria lain, Melvin Theuma, ditangkap dalam kasus pencucian uang dan segera mengatakan kepada polisi bahwa ia adalah perantara dalam plot pembunuhan dan menawarkan informasi sebagai imbalan atas pengampunan.

BACA JUGA: Seorang Pengusaha Malta Ditangkap Terkait Pembunuhan Wartawan

Pemerintah Malta menerima permintaan pengampunan Theuma tetapi kemudian menolak permintaan lain untuk pengampunan oleh Fenech.

Caruana Galizia melaporkan bahwa Schembri dan Mantan Menteri Pariwisata Malta, Konrad Mizzi memiliki perusahaan rahasia di Panama. Email yang bocor menunjukkan perusahaan yang sama yang dimaksudkan untuk mendapatkan uang dari perusahaan lepas pantai bernama 17 Black. Pada November lalu, penyelidikan oleh Reuters dan Times of Malta menunjukkan bahwa 17 Black dimiliki oleh Fenech.

Tidak ada bukti bahwa ada dana pernah ditransfer ke Mizzi dan Schembri, dan Mizzi telah membantah koneksi dengan 17 Black atau pembunuhan Caruana Galizia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini