Yuyu mengungkapkan, hasil pemeriksaan enam sampel air itu akan dikeluarkan dua Minggu kemudian. Namun, dirinya menduga jika melihat pada kejadian serupa di sungai Kamal, Brebes, Jawa Tengah, penyebab perubahan warna air di sungai Ciberes terjadi, karena akibat adanya intruksi air laut yang bercampur dengan sampah, ganggang, serta bakteri ecoli.
"Dugaan sementara menurut saya, kalau lihat kejadian yang pernah terjadi di Brebes, itu akibat ganggang. Mudah-mudahhan indikasinya sama. Ada intruksi air laut, sampah, ganggan, bakteri ecolli. Ini agak sama dengan di sungai Kamal," katanya.
Saat disinggung apakah perubahan warna air di sungai Ciberes berbahaya untuk warga atau tidak, ia menjelaskan, kandungan air sungai di Kabupaten Cirebon memang sudah masuk kategori tidak layak konsumsi, meski tidak terjadi perubahan warna seperti sungai Ciberes.
"Sebenarnya ada tidaknya warna pink ini, kondisi air di sungai kita memang sudah kotor dan buruk, " tururnya.
Baca Juga: Sungai Ciberes Berwarna Merah Muda, Warga Mulai Resah