nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lahirkan Anak Disabilitas, Mama Muda di Surabaya Diceraikan Suami

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2019 08:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 03 519 2137206 lahirkan-anak-disabilitas-mama-muda-di-surabaya-diceraikan-suami-FVdc2grwyV.jpg Dina Oktaviani Menggendong Anaknya yang Memiliki Kebutuhan Khusus (foto: Istimewa)

SURABAYA - Malang nian nasib yang dialami Dina Oktaviani (21) warga Jalan Jojoran, Surabaya, Jawa Timur. Mama muda ini terpaksa harus menelan pil pahit kehidupan. Sebab dia diceraikan suaminya, Muhammad Abdul Aziz (23). Padahal Dina tidak tidak melakukan kesalahan pada suaminya.

Perhatian sang suami memudar ketika Dina usai melahirkan anak pertamanya. Ini setelah tahu anak yang baru dilahirkan tersebut mengalami disabilitas pada wajahnya, terutama bagian bibir, hidung dan mata. Sehingga kesulitan untuk minum ASI maupun susu formula.

Baca Juga: Penyandang Tunanetra Terperosok, PT KCI Didesak Evaluasi SOP Layanan 

"Suami meninggalkan saya, setelah saya lahir bayi seperti ini. Begitu juga dengan mertua tidak pernah menjenguk anak saya sejak lahir sampai sekarang. Katanya malu punya cucu seperti ini," ucap Dina, Selasa (3/12/2019).

Dina Oktaviani (Baju Hijau), Diceraikan Suaminya Usai Melahirkan Bayi Berkebutuhan Khusus (foto: Istimewa)	Dina Oktaviani (Baju Hijau), Diceraikan Suaminya Usai Melahirkan Bayi Berkebutuhan Khusus (foto: Istimewa) 

Menurut Dina, kini anaknya yang dilahirkan tersebut sudah berusia 5 bulan yang diberi nama Pandu. Dia tidak tahu kenapa anaknya lahir dalam kondisi keterbatasan fisik. Namun, dia bercerita saat hamil pernah digigit tikus sampai berdarah ketika tidur.

"Mungkin ada virus akibat gigitan tikus itu. Ini sudah takdir saya dan anak saya," papar Dina.

Selain memiliki keterbatasan fisik, sambung Dina, buah hatinya saat ini mengidap Facial Cleft Tessier Hydrocephalus Myelomeningocele. Bayi malang ini baru saja menjalani operasi di RSU dr Soetomo Surabaya.

Permasalahan hidup Dina tidak sampai di situ, dia masih dipusingkan dengan rencana rumah petak yang ditinggali bakal dijual. Sebab rumah petak tersebut bukan miliknya, melainkan milik tantenya.

Baca Juga: Dokter Romi Penyandang Disabilitas Akhirnya Jadi CPNS 

Dina berharap ada bantuan rumah susun dari Pemprov Jatim maupun Pemkot Surabaya. Sehingga ketika rumah petak tersebut laku dijual, ia dan buah hatinya ada tempat tinggal. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia harus bekerja sendiri karena mantan suaminya sudah tidak menafkahi.

"Saat ini saya jualan es jus dan puding susu melalui online. Dan ada tetangga yang beli langsung ke rumah. Saya bekerja seperti ini supaya bisa fokus merawat anak," tukasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini