Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 4 Desember: Edisi Pertama LA Times hingga Malaysia Airlines 653 Dibajak

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Rabu, 04 Desember 2019 |06:01 WIB
Peristiwa 4 Desember: Edisi Pertama LA Times hingga Malaysia Airlines 653 Dibajak
Pesawat Malaysia Airlines Boeing 737-200 Wallner. (Foto: Wikipedia.org)
A
A
A

1977 – Malaysia Airlines Penerbangan 653 Dibajak dan Jatuh

Malaysia Airlines Penerbangan 653 dengan menggunakan pesawat Boeing 737-2H6 jatuh di Tanjung Kupang, Johor, Malaysia, saat hendak mendarat di Bandara Changi, Singapura, pada 4 Desember 1977. Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 93 orang dan 7 awak.

Ini merupakan kecelakaan pesawat ketiga terbesar dalam sejarah maskapai penerbangan Malaysia Airlines setelah Malaysia Airlines Penerbangan 17 yang menewaskan 283 penumpang serta 15 awak kabin dan Malaysia Airlines Penerbangan 370 yang menewaskan 223 penumpang serta 17 awak kabin.

Pesawat tersebut dalam perjalanan dari Penang menuju Singapura melalui Kuala Lumpur dan telah bersiap mendarat. Saat dalam penerbangan, pesawat mengalami pembajakan hingga akhirnya jatuh di Tanjung kupang, Johor, Malaysia.

Di antara korban jiwa, selain warga Malaysia, tercatat pula penumpang berkewarganegaraan Afganistan, Australia, Kuba, Kanada, Jerman Barat, Yunani, India, Indonesia, Jepang, Singapura, Inggris Raya, Amerika Serikat, dan Thailand.

Termasuk Menteri Pertanian Malaysia, Dato' Ali Haji Ahmad; Kepala Departemen Pekerjaan Umum Malaysia, Dato' Mahfuz Khalid; dan Duta Besar Kuba untuk Jepang, Mario Garcia.

2011 – Legenda Sepakbola Brasil Socrates Meninggal

Legenda sepakbola Brasil, Sócrates Brasileiro Sampaio de Souza Vieira de Oliveira atau dikenal Sócrates, meninggal di Kota Sao Paulo, Brasil, pada 4 Desember 2011. Ia wafat pada usia 57 tahun.

Keahlian Socrates dalam mengolah si kulit bundar yakni umpan terobosan yang akurat serta memiliki pandangan luas di lapangan.

Dia juga pemain yang memiliki kemampuan baik dari kedua kakinya, pencetak gol yang produktif, dan digambarkan sebagai seorang pemain yang kasar pada masa Perang Dingin.

Kemampuannya dalam membaca permainan sangat diakui dan gerakan yang terkenalnya ialah "blind heel pass" atau umpan tumit tanpa melihat.

Sócrates bermain dan menjadi kapten untuk Timnas Brasil pada Piala Dunia 1982. Namun, Edinho menggantikan perannya sebagai kapten pada Piala Dunia 1986, sementara Socrates bermain sebagai pemain tengah seperti biasa.

Dia memulai karier profesional pada 1974 untuk klub Botafogo di Ribeirão Preto, tetapi menghabiskan kariernya (1978 hingga 1984) dengan klub Corinthians di São Paulo yang membuatnya terkenal karena memanfaatkan sepakbola untuk melawan diktator militer yang saat itu berkuasa.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement