nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kantor Mapolrestabes Bandung Bekas Gedung Organisasi "Pemuja Setan"

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 23:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 04 525 2138045 kantor-mapolrestabes-bandung-bekas-gedung-organisasi-pemuja-setan-yDpJ8UMpbr.jpg Gedung Mapolrestabes Bandung (foto: Okezone.com/CDB)

BANDUNG - Di Kota Bandung, banyak terdapat bangunan-bangunan heritage atau bangunan cagar budaya yang sarat akan sejarah. Salah satu gedung yang kini menjadi Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Bandung, yang berada di Jalan Merdeka. Ada tiga bangunan yang dikukuhkan sebagai bangunan heritage di Mapolrestabes Bandung.

Diantaranya gedung aula atau gedung utama, yang terdapat empat pilar yang khas bangunan zaman dahulu, kemudian dua lainnya berada di kanan dan kiri gedung utama.

Sedikit yang tahu, gedung tersebut sempat menjadi pergerakan awal dari organisasi Freemasonry (Fremason), atau organisasi yang dikenal sebagai gerakan sosial-religius dengan muatan esoteris, tetapi bersifat universal.

Dalam gerakan Freemason terkandung sifat sebagai perkumpulan sosial sekaligus sebagai gerakan keagamaan dan esoteris (berasal dari kata Yunani kuno ἐσωτερικός (esōterikós), yang berarti suatu hal yang diajarkan atau dapat dimengerti oleh sekelompok orang tertentu dan khusus, dapat juga berarti suatu hal yang susah untuk dipahami).

 Polrestabes Bandung

Namun dari sebagian pandangan masyarakat menilai, kelompok Freemason dipandang sebagai kelompok pemuja setan. Cerita itu terbangun karena adanya kostum atau pakaian dan berbagai cara upacara/ritual dari kelompok ini, hanya dilihat selewat dan tidak dipahami oleh masyarakat awam. Sehingga terbangunlah prespektif kelompok pemuja setan.

Gedung Mapolrestabes Bandung sendiri, dibangun pada 1866 oleh Karel Frederik Holle pemilik Perkebunan Teh Waspada di Garut bersama dengan Raden Haji Moh. Moesa, Kepala Penghulu Limbangan.

Gedung tersebut dulu dibuat untuk membangun sekolah yang bernama Kweekschool. Sekolah tersebut, merupakan sekolah bagi calon guru.

"Makanya sebelah gedung itu, terdapat SD Banjarsari, sebagai tempat praktek para calon guru," ujar Kang Alex dari Komunitas Aleut, yang merupakan komunitas penggiat sejarah, saat diwawancarai melalui sambungan teleponnya pada Rabu (4/12/2019).

Kemudian beberapa pemimpin Kweekschool yang tidak dijabarkan nama-namanya, diketahui tergabung dalam organisasi Freemason itu. Karena awalnya organisasi ini tidak memiliki tempat atau basecamp, mereka meminta izin untuk sementara waktu menjalankan organisasi Freemason di gedung tersebut.

Selama berkisar 20 tahun mulai dari tahun 1896 mereka menjalankan organisasi Freemason untuk rapat hingga pelantikan anggota baru. Tepatnya pada tahun 1900 awal setelah memiliki cukup dana, mereka pun membangun bangunan organisasi Freemason, yang saat ini menjadi bangunan Mesjid Al Ukhwah yang berada di Jalan Wastukecana, tepatnya berjarak 100 meter kurang lebih.

"Yah bisa di bilang kalau pergerakan Freemason di Kota Bandung, berasal dari Gedung tersebut," kata dia.

Kini gedung tersebut pun telah mengalami sejumlah perubahan. Perubahan yang maksud adanya sejumlah perbaikan karena beberapa instrument terdahulunya mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu.

 Polrestabes Bandung

Meski begitu tidak ada perubahan pada tiga gedung utama yang berada di Polrestabes Bandung. Bangunan-bangunan tersebut masih kokoh berdiri, dengan menyimpan sejumlah cerita sejarah yang banyak belum terungkap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini