nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu Ratusan Juta Rupiah di Jatim

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 22:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 05 519 2138481 polisi-bongkar-peredaran-uang-palsu-ratusan-juta-rupiah-di-jatim-kj1cVA3nEs.jpg Polda Jawa Timur bongkar peredaran uang palsu (Foto: Syaiful Islam)

SURABAYA - Anggota Direktorat Resor Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur berhasil membongkar peredaran uang palsu (upal) yang meresahkan masyarakat. Polisi menyita upal senilai Rp662 juta pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.

Polisi menangkap dua tersangka, yakni UD dan SK yang merupakan warga Kabupaten Jember. Kini, keduanya dijebloskan dalam tahanan Mapolda Jatim untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Petugas masih memburu satu pelaku lain yang berperan sebagai pemesan upal, Sutan warga Sumatera Utara. Sedangkan untuk tersangka UD berperan sebagai pembuat dan mencetak upal, sementara tersangka SK berperan sebagai pendana.

Baca Juga: Pemuda di Pangkalpinang Cetak Uang Palsu untuk Bayar PSK

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan, kasus ini berawal ketika UD bertemu dengan SK pada September 2019. Kemudian, UD mengatakan dapat mencetak uang palsu dan ditunjukkan contohnya upal pecahan Rp100 ribu.

"Lalu tersangka SK mengatakan bahwa uang palsu tersebut bagus dan sanggup untuk mengedarkan. Tersangka UD mengaku butuh modal untuk membeli peralatan yang dibutuhkan untuk membuat uang palsu," ujar Luki, Kamis (5/12/2019).

Polda Jatim bongkar peredaran uang palsu Foto: Syaiful Islam

Selanjutnya, tersangka SK menghubungi temannya yang bernama Sutan untuk meminta modal. Lalu, Sutan memberi uang Rp5 juta, dan tersangka SK sendiri memberi Rp11,4 juta. Total modal yang diberikan kepada tersangka UD sebesar Rp16,4 juta.

"Setelah modal terkumpul, tersangka UD membuatkan uang palsu. Setelah uang palsu pesanan Sutan selesai, namun tidak diambil. Kemudian, uang palsu disimpan dan akan diedarkan oleh tersangka SK dengan perbandingan 1 : 3 (satu juta uang asli ditukar dengan tiga juta uang palsu)," ujarnya.

Baca Juga: Kakek Ini Nekat Edarkan Uang Palsu Puluhan Juta

Luki menambahkan, pihaknya menyita upal pecahan Rp100 ribu berjumlah Rp663 700 000, dan pecahan Rp50 ribu berjumlah Rp28 350 000. Sehingga total upal yang disita Rp662 050 000. Untuk tersangka UD dijerat Pasal 36 Ayat (1) Jo Pasal 26 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara.

"Sementara SK dijerat Pasal 36 Ayat (3) Jo Pasal 26 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun," tutur Luki.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini