nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Rumah di Tuban Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Jum'at 06 Desember 2019 12:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 06 519 2138643 ratusan-rumah-di-tuban-rusak-diterjang-angin-puting-beliung-GQDgNHAGsf.JPG Angin puting beliung rusak ratusan rumah di Tuban. (Foto: iNews.id/Pipiet Wibawanto)

TUBAN – Puting beliung terus menerjang sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Pada Kamis (5/12/2019) petang, angin kencang memporak-porandakan wilayah Tuban, Jawa Timur.

Sebagaimana diberitakan iNews.id, tercatat ada tiga kecamatan di Tuban yang mengalami kerusakan parah akibat bencana angin kencang itu, yaitu Kecamatan Parengan, Rengel dan Singgahan. Hingga Jumat (6/12/2019) pagi diketahui listrik di tiga kecamatan tersebut padam.

Kerusakan paling parah diketahui terjadi di Desa Kumpulrejo, Desa Kemlaten, dan Desa Sambongrejo di Kecamatan Parengan. Di tiga desa itu tercatat ada delapan rumah roboh dan ratusan lainnya rusak ringan. Angin kencang juga merusak belasan tiang listrik dan menyebabkan ratusan pohon tumbang.

Menurut pantauan di Desa Kemlaten, warga dibantu aparat kecamatan, TNI, dan Polri melaksanakan kerja bakti membersihkan puing-puing rumah yang roboh. Sementara terlihat penduduk membetulkan atap rumahnya masing-masing yang berterbangan saat diterjang puting beliung.

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Penduduk diminta waspada karena tiang-tiang listrik di beberapa ruas jalan desa tampak miring. Bahkan kabel listrik terlihat menutupi sebuah jalan karena tiangnya hampir roboh. Untuk memperbaikinya pihak berwenang memutus sementara aliran listrik ke tiga kecamatan tersebut.

Warga yang ditemui di Desa Kemlaten mengaku trauma atas kejadian tersebut. Mereka memilih mengungsi di luar rumah untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan. Mereka takut sisa bagian rumah mereka yang masih berdiri runtuh jika puting beliung kembali menerjang.

“Sebelumnya cuaca terus mendung, lalu tiba-tiba hujan deras dan datang angin muter-muter. Saya dan anak saya yang sekolah kelas 2 SMP kejatuhan pintu. Untung tidak sampai luka,” ujar Anik Mirnawati, warga Desa Kemlaten.

Kerugian akibat bencana itu ditaksir mencapai ratusan juta. Warga kini mengharap bantuan pemerintah setempat untuk membangun kembali rumah mereka. Pihak pemerintah sudah bergerak melakukan pendataan jumlah rumah yang rusak serta memberikan bantuan berupa sembako.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini