Serang Polisi dengan Pisau, Begal Sadis Tewas Ditembak

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 06 Desember 2019 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 06 519 2138758 serang-polisi-dengan-pisau-begal-sadis-tewas-ditembak-E32VXXpz0f.jpg Polrestabes Surabaya merilis penangkapan dua tersangka curas, satu di antaranya tewas ditembak (Okezone.com/Syaiful)

SURABAYA - Anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur menembak seorang pria diduga begal sadis bernama Moh Hartono (31) di Jalan Citra Raya, Surabaya, Jawa Timur, dekat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Jumat (6/12/2019).

Warga Jalan Balongsari Madya, Surabaya itu ditembak pada bagian dada kiri. Polisi beralasan terpaksa melumpuhkan Hartono karena berusaha melawan petugas dengan pisau penghabisan saat ditangkap sekira pukul 04.00 WIB dini hari tadi.

Hartono meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSU dr Soetomo, Surabaya. Jenazahnya kini berada di kamar mayat rumah sakit tersebut.

Sebelum menembak Hartono, polisi terlebih dulu menangkap temannya yakni Noval Rinaldy (22) warga Jalan Balongsari. Polisi juga menembak betis Noval dengan alasan karena berusaha kabur saat disergap.

 Ilustrasi

Ilustrasi

Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita sepeda motor Honda Scopy yang diduga dipakai tersangka untuk melancarkan aksi kejahatan. Serta mengamankan pisau penghabisan dan HP untuk dijadikan barang bukti. Begal ini tergolong sadis. Tersangka tidak segan-segan melukai korbannya ketika melawan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho menyatakan, pihaknya terpaksa harus melumpuhkan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal yang meresahkan masyarakat selama ini.

Menurutnya, terakhir kedua tersangka begal itu beraksi di Jalan Satelit. Di mana sepasang muda-mudi yang memakai sepeda motor dirampas oleh tersangka.

"Karena mencoba mempertahankan motornya, korban (Slamet Efendi) dianiaya dengan sajam oleh tersangka. Akibatnya tangan kiri korban hampir putus, jarinya putus dan pergelangan kaki kanan putus. Kemudian motor korban dibawa ke Madura untuk dijual," ucap Sandi pada wartawan di depan kamar mayat RSU dr Soetomo.

Sandi menuturkan, Hartono berperan sebagai eksekutor atau yang membacok korban. Sedangkan Noval berperan sebagai joki.

Menurut Sandi, keduanya sudah 12 kali beraksi dengan modus yang sama di lokasi berbeda dalam wilayah hukum Polrestabes Surabaya.

"Kami tidak segan-segan menindak tegas pelaku kejahatan. Kami berharap kejahatan seperti ini tidak terulang kembali, sehingga kami tidak harus menembak," tukas Sandi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini