Kepedulian masyarakat akan pendidikan dan agar tak ada lagi anak-anak menantang maut, juga terus menjadi perhatian. Selain bergotong royong membangun lokal seadanya, ada pula warga setempat yang menghibahkan tanahnya. "Pak Kiran, warga setempat menghibahkan se-hektar tanahnya untuk keperluan sekolah," katanya.
Selaku Camat, Maryadi berterimakasih banyak dan mengapresiasi atas dukungan orangtua siswa, perangkat desa, kepala dusun serta masyarakat setempat yang mempunyai semangat tinggi untuk memperjuangkan pendidikan anak-anaknya.
Namun demikian, ia masih memiliki harapan penuh kepada Disdikbud agar SDN 8 Kelas Jauh ini bisa ditingkatkan lagi. Dalam arti, peningkatan sarana prasarana dan kualitas pendidikannya. Kalau sekarang adalah kelas jauh yang menginduk, nantinya diharap bisa dimandirikan. "Tapi saya tahu ini melalui proses," ujarnya.
Intinya, sambung Maryadi, jangan sampai anak-anak tidak ada yang sekolah karena lokasi sekolahannya sukar dijangkau. "Karena anak-anak ini akan menjadi generasi penerus. Apa jadinya kalau mereka-mereka ini tidak sekolah. Seperti saya, kalau tidak sekolah, mungkin tidak menjadi camat," tutupnya.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.