Salah satu orang tua murid bernama Lisa (47), menuturkan, cukup lega dengan pemindahan lokasi belajar anaknya dari gedung sekolah Assalam 01 yang terletak di Jalan Cendana IV, Nomor 72, RT05 RW04, Kavling Serpong. Pasalnya, bangunan itu terancam longsor dan sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan seluruh siswa.
"Nggak apa-apalah belajar sementara di tenda, yang penting aman. Kalau di sana kita was-was, takut kenapa-kenapa. Apalagi hujan terus setiap hari, bisa rawan longsor," ungkapnya.
Dia berharap, pemerintah Kota Tangsel bisa membantu memberikan solusi agar ke depan kegiatan belajar-mengajar diberi tempat yang lebih layak, meskipun hnya sementara. Karena pihak sekolah Assalam 01 menyatakan, tengah berencana membangun sekolah baru bersebelahan dengan SKh Assalam 02.
"Itu kn nggak tahu kapan jadinya, dibangun jiga belum. Paling nggak sementara ini, ada tempat yang layak dulu buat anak-anak. Katanya mau dikasih tempat di UPT Serpong, Senin besok mungkin sudah bisa ke sana," ucapnya.

Sebelumnya, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah meminta Dinas Pekerja Umum (PU) memeriksa lapisan tanah di area SKh Assalam 01, sebelum membangun turap di dataran bagian belakang sekolah.
Bagian belakang dataran sekolah itu mengalami retakan yang menyebabkan lantai keramik terpecah-pecah. Retakan kian menjadi akibat pergeseran tanah bila diterpa hujan deras. Pemkot Tangsel berencana membuat turap di bagian belakang sekolah.
"Kalau dibangun turap, saya pikir kita selidiki dulu lapisan tanahnya, sampai berapa dalam tebalnya ke bawah," kata Nur Hidayat, Kepala Bagian Program dan Anggaran Pusat Teknologi Reduksi Resiko Bencana BPPT.