PEKANBARU - Ratusan jerat untuk menangkap harimau Sumatera ditemukan di sejumlah hutan Riau. Ini terungkap saat petugas dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan penyisiran di sejumlah hutan konservasi.
"Dalam operasi kita menemukan sebanyak 170 jerat. Salah satu model perburuan satwa liar di Provinsi Riau yaitu pemasangan jerat dalam kawasan hutan sebagai habitat dari satwa liar," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyano, Minggu (8/12/2019).
Tidak hanya untuk harimau, jerat yang dipasang pemburu juga untuk satwa langka lainnya seperti gajah Sumatera (elephas maximus Sumatranus), beruang (helarctos malayanus), tapir (Tapirus indicus) dan jenis lainnya.
"Salah satu model perburuan satwa liar di Provinsi Riau yaitu pemasangan jerat dalam kawasan hutan sebagai habitat dari satwa liar. Dengan dalih memasang jerat untuk babi hutan," imbuhnya.

Daerah operasi penyisiran jerat adalah hutan kantong Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Suaka Margasatwa Kerumutan dan Taman Nasional Zamrud