nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nelayan Cirebon Hilang di Laut Usai Terpeleset dari Atas Kapal

Fathnur Rohman, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 21:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 09 525 2139879 nelayan-cirebon-hilang-di-laut-usai-terpeleset-dari-atas-kapal-xydQXSQz1s.jpg Tim SAR melakukan pencarian nelayan yang hilang (Foto: Fathnur Rohman)

CIREBON - Seorang nelayan bernama Wahyudi (30) hilang setelah terpeleset dari atas kapal ketika mencari ikan pada Minggu 8 Desember 2019 sore, di perairan Tanjung Bangka, Pengarengan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Menurut penuturan Eddy Sukamto selaku Komandan Tim dari Kantor SAR Bandung, saat ini tim gabungan tengah melakukan proses pencarian korban di sekitar perairan tersebut. Proses pencarian korban sendiri sudah dilakukan sejak pagi tadi sekira pukul 06.00 WIB.

"Kemarin kita menerima informasi kapal salah satu nelayan atau ABK (anak buah kapal) kapal motor Putra Sulung 2 bernama Wahyudi sampai saat ini hilang. TKP-nya di perairan Tanjung Bangka, Pengarengan," ujar Eddy saat ditemui Okezone, Senin (9/12/2019).

Baca Juga: Bocah 12 Tahun Tenggelam saat Berenang di Kali Angke, Hingga Kini Belum Ditemukan

Disebutkan Eddy, jika korban yakni Wahyudi hilang di perairan Tanjung Bangka setelah terpeleset dari atas kapal saat menebar dan menarik jaring ikan. Ia mengatakan, kondisi cuaca pada saat itu memang sedang tidak bersahabat.

"Kemungkinan terjatuh saat narik jaring," katanya.

Nelayan Cirebon

Sementara itu, kakak Ipar korban bernama Tarli yang menjadi korban selamat pada insiden itu menjelaskan, dirinya sempat berupaya untuk menyelamatkan Wahyudi setelah terpeleset dari atas kapal. Namun, saat ia berhasil menarik baju serta berhasil memeluk Wahyudi, kapal yang ia naiki ternyata terus melaju dan mulai meninggalkan keduanya.

Tarli kemudian berusaha berenang mengejar kapal tersebut. Akan tetapi karena panik, tubuh Wahyudi yang sudah ia peluk seketika terlepas. Tarli yang sudah kelelahan akhirnya terpaksa mengejar kapalnya.

"Waktu kecebur ke laut, dia bilang kakak, kakak. Saya udah berupaya menyelamatkannya. Saya juga udah berhasil memeluk dia. Tapi, ternyata kapal udah maju terus menjauh. Saya panik waktu itu dan lupa mematikan mesin kapal," ujar Tarli.

Baca Juga: Bocah SD Tenggelam di Sungai Ciliwung 

Tarli mengaku, bahwa saat kejadian Wahyudi mengenakan kaos berlapis, sehingga beban tubuhnya bertambah berat ketika dia tercebur ke laut. Ia menuturkan, jika adiknya ini memang tidak bisa berenang. Tarli berharap, agar adiknya itu bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat.

"Semoga ada kabar soal adik saya, " ucap dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini