NIAS SELATAN – Pelaku pembunuhan Terimakasih Laia (20), siswi kelas XI IPA SMA Negeri 3 Susua, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, berinisial TH alias Gamo (27) mengaku menghabisi nyawa korban karena gagal melakukan upaya pemerkosaan.
Pelaku yang merupakan warga Desa Halimbaruzo, Kecamatan Aramo, Nisel, ditangkap Kepolisian Resort Nisel, Minggu 8 Desember 2019 di dalam hutan. Kepala Kepolisian Resort Nias Selatan, AKBP I Gede Nakti Widhiarta menerangkan, motif tersangka membunuh korban, karena adanya niat memperkosa korban, namun gagal karena korban melakukan perlawanan dengan cara menendang perut dan menjerit minta tolong.
Baca Juga: Polres Nias Tangkap Terduga Pembunuh Siswi SMA di Hutan
“Dikarenakan tersangka takut perbuatannya akan diketahui orang lain, tersangka langsung mengeluarkan pisau yang disimpan di kantong bagian depan sebelah kanan dan langsung menikam kepala korban dan punggung korban. Untuk memastikan korban tewas, tersangka menggorok leher korban hingga korban tidak bernyawa,” kata I Gede Nakti, Selasa 10 Desember 2019.
Polres Nias Selatan Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Siswi SMA di Hutan (foto: Okezone/Robert Fernando H Siregar)
Dia menjelaskan, pada Jumat 29 November 2019, sekira Pukul 19.00 WIB, tersangka melintas dengan berjalan kaki di jalan setapak, tepatnya di Dusun IV Khou-khou, Desa Haliwaebu, Kecamatan Susua, Nias Selatan, untuk pulang ke gubuknya di Desa Hilimbaruzo, Kecamatan Aramo. Saat bersamaan korban juga melintas dengan berjalan kaki di jalan yang sama menuju rumahnya.
Saat berpapasan, kata I Gede Nakti, korban menyapa tersangka dengan mengucapkan ‘ayo bang’. Kemudian tersangka langsung berbalik badan dan mengikuti korban dari belakang. Kemudian tersangka langsung memeluk korban dari belakang dan memeras kedua payudara korban, sambil menarik korban ke arah semak-semak.
Akan tetapi, korban melakukan perlawanan dengan cara menendang perut tersangka dengan kaki kanan, sehingga pelukan tersangka terlepas dan tas korban jatuh.
“Kemudian korban berbalik arah dan melakukan perlawanan dengan cara mencakar bahu sebelah kiri tersangka, seraya korban berteriak-teriak ‘Hey Ama Fendi – Hey Ama Fendi’ untuk memanggil seorang laki-laki bernama Ama Fendi yang gubuknya berdekatan dengan tempat kejadian tersebut. Lalu tersangka berkata, Jangan takut sama aku, nanti bilang sama orangtua mu, aku mau nikahi kamu," urai I Gede Nakti.
"Dan karena korban terus berteriak dan melakukan perlawanan, sehingga tersangka takut perbuatannya akan diketahui oleh orang lain, tersangka langsung mengeluarkan pisau dari kantong dan menikam kepala dan punggung korban,” sambungnya.