Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soal Ujian Diduga Hina Nabi Muhammad, Polisi Minta Jangan Terprovokasi

Rus Akbar , Jurnalis-Kamis, 12 Desember 2019 |14:49 WIB
Soal Ujian Diduga Hina Nabi Muhammad, Polisi Minta Jangan Terprovokasi
Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)
A
A
A

SOLOK- Terkait kekeliruan membuat soal ujian Agama Islam di untuk SD di Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW, Kapolres Solok meminta warga tidak terprovokasi.

Menurut Kapolres Solok AKBP Fery Suwandi, soal ujian semester 1 Sekolah Dasar di Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, berisi konten diduga menghina Nabi Muhammad SAW.

"Kejadian ini murni ketidaksengajaan yang dilakukan tim pembuat soal. Meskipun ini murni kesalahan tim pembuat soal ujian, mereka sebenarnya tidak bermaksud melakukan tindakan penistaan agama. Ini murni kesalahan dan ketidaksengajaan," terangnya, Kamis (12/12/2019).

Soal Diduga menghina Nabi

Kepolisian telah berkoordinasi dengan tokoh agama memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan kejadian ini. Sampai sekarang tidak ada menimbulkan gejolak.

Baca Juga: Soal Ujian Siswa SD di Solok Diduga Menghina Nabi Muhammad

Pihak terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Solok berserta tim pembuat soal ujian, telah menyatakan permintaan maaf atas kesalahan yang dilakukan. Soal ujian tersebut juga telah ditarik kembali dan direncanakan akan kembali dilakukan ujian semester.

"Sampai dengan sekarang kondisi dan situasi Kabupaten Solok tidak ada gejolak dan terprovokasi dengan pemberitaan ini. Situasi aman dan kondusif, ini murni kesalahan satu soal, sudah ditarik oleh tim. Kejadian ini, pihak sekolah dan tim pembuatan soal ujian sudah minta maaf," katanya.

Selain itu Fery meminta kepada warga agar tidak melakukan tindakan anarkis dan kekerasan atas insiden kejadian ini. Dinas Pendidikan telah melakukan investigasi dan akan melakukan sanksi secara internal terhadap kesalahan yang dilakukan oleh tim pembuat soal ujian.

"Ini masalah internal dari pemerintah kabupaten, bisa tanya pihak terkait. Kita dari kepolisian mengatasi tidak menimbulkan gejolak, dan tidak meluas sampai mempengaruhi. Saya ulangi, tim pembuat soal ujian ini mereka meminta maaf," pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement