Sekjen Harapan Asosiasi Tuna Netra Indonesia (HATI) itu memastikan bahwa banyak teman-teman disabilitasnya yang mengenyam pendidikan sampai kuliah.
"Sejauh ini kami cuma mengenyam pendidikan saja, tapi enggak ada jalan keluarnya buat kerja," imbuh dia.
Heru memastikan bahwa selama ini pemerintah banyak tak memperhatikan para disabilitas di Indonesia. Bahkan, lanjut dia, untuk profesinya yang biasa mengamen di Stasiun Gondandia kerap disetarakan dengan pengemis.
"Kalau harapan kami, kami cuma perlu diperhatikan, tidak perlu dikasihani. Cuma itu saja," pungkasnya. (kha)
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.