Isu Kamp Penahanan Uighur, Indonesia Percaya China Punya Kemampuan Selesaikan Masalah Internal

Rachmat Fahzry, Okezone · Senin 16 Desember 2019 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 16 18 2142595 isu-kamp-penahanan-uighur-indonesia-percaya-china-punya-kemampuan-selesaikan-masalah-internal-76zwCPj4Ui.jpg Indah Nuria Savitri, Wakil Direktur untuk Bidang Sipil dan Hak-Hak Politik Kemelu. (Foto: Okezone/Rachmat Fahzry

JAKARTA – Pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengatakan bahwa Indonesia percaya bahwa China memiliki kemampuan untuk menyelesaikan isu Uighur meski ada dokumen rahasia bocor yang mengungkapkan perlakuan China terhadap ratusan ribu Muslim Uighur di kamp-kamp penahanan yang China sebut sebagai kamp pelatihan.

Dokumen-dokumen resmi itu, melansir BBC menunjukkan bagaimana para tahanan dikurung, diindoktrinasi, dan dihukum. 

Indah Nuria Savitri, wakil direktur untuk sipil dan ha-hak politik dari Kemenlu mengatakan Indonesia memiliki keyakinan terkait masalah Uighur, namun dia menegaskan bahwa Indonesia mengedepankan mekanisme konsultasi dan diskusi dengan China. 

“China memiliki mekanisme internal dan itu kita hargai, kita dorong mereka untuk menyelesaikan isu ini,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Baca juga:  Media AS Sebut China Bujuk Dua Ormas Islam Indonesia agar Bungkam soal Muslim Uighur

Baca juga: China Klaim Semua Orang yang Dikirim ke Kamp Penahanan Sudah Lulus

Ia menambahkan, “China juga sudah banyak melakukan konsolidasi, menyampaikan informasi mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di sana dan itu kita hargai sebagai upaya China membuka diri. Indonesia percaya bahwa China memiliki kemampuan untuk menyelesaikan isu internal mereka ini.”

Foto/Reuters

Konsorsium Internasional Wartawan Investigasi (ICIJ), yang bekerja dengan 17 mitra media mendapat bocoran dokumen rahasia soal kamp penahanan.

Di antara dokumen-dokumen pemerintah China yang bocor, yang disebut ICIJ "The China Cables", terdapat memo sembilan halaman yang dikirim pada tahun 2017 oleh Zhu Hailun, yang saat itu menjabat wakil sekretaris Partai Komunis Xinjiang dan merupakan pejabat keamanan tertinggi di kawasan tersebut, kepada para pengelola kamp.

Instruksi tersebut jelas mengatakan bahwa kamp-kamp harus dijalankan sebagai penjara dengan keamanan tinggi, dengan disiplin ketat, hukuman, dan tidak ada yang boleh keluar serta jadikan bahasa Mandarin sebagai prioritas utama.

Etnis Uighur secara budaya sangat berbeda dengan China. Mereka menuturkan bahasa Uighur dan mayoritas beragama Islam.

Indah menjelaskan Indonesia—yang terpilih menjadi anggota Dewan HAM pada Oktober 2019—mendapat pengaduan serta komplain terhadap isu Uighur. Meski demikian, lanjut dia, posisi Indonesia tetap mengedepankan upaya yang dilakukan oleh China.

Dia [China] kan punya kewajiban menyelesaikan isunya, jadi dilakukan penyelesaian itu dalam mekanisme internal,” ujar Indah menambahkan soal adanya kamp penahanan Uighur, “Kita tidak dalam posisi membantah, tidak dalam posisi menolak, tidak dalam posisi menerima.”

Indonesia, kata Indah menghormati penyelesaian mekanisme internal, “Dan China sudah melakukan itu kita tinggal tunggu bagaimana perkembangannya.” 

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini