nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu China Pastikan Kebebasan Beragama Muslim Uighur Dijamin Negara

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 11:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 17 18 2142838 menlu-china-pastikan-kebebasan-beragama-muslim-uighur-dijamin-negara-yqsxs5mp0B.jpg Menlu Retno Marsudi bertemu Menlu China Wang Yi di Madrid. (Foto/Kemenlu)

MADRID – Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan bahwa kebebasan beragama umat Muslim Uighur di wilayah Xinjiang dijamin oleh negara.

Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan Menlu Retno Marsudi di sela-sela Pertemuan Menlu Asia-Eropa (ASEM FMM) ke-14 di Madrid, pada Senin 16 Desember 2019.

Pertemuan kedua Menlu juga merayakan hubungan diplomatik Indonesia-China ke-70, rilis dari Kemenlu, Selasa (17/12/2019).

Dalam pertemuan itu, Menlu Retno diakhir pembicaraan meminta informasi mengenai perkembangan situasi di Xinjiang. Menlu Wang menegaskan “komitmennya bahwa kebebasan beragama umat muslim di Xinjiang dijamin oleh negara.”

Baca juga: Isu Kamp Penahanan Uighur, Indonesia Percaya China Punya Kemampuan Selesaikan Masalah Internal 

Baca juga: Media AS Sebut China Bujuk Dua Ormas Islam Indonesia agar Bungkam soal Muslim Uighur

Menlu Wang Yi juga menyampaikan ia berencana berkunjung ke Indonesia pada awal 2020.

Selain itu, Indonesia dan China menegaskan arti penting dari integrasi ekonomi kawasan. Indonesia mengharapkan agar integrasi ekonomi dapat hasilkan kerja sama yang menguntungkan (win-win).

Menlu Retno juga mengapresiasi penanganan Pemerintah China telah mendukung proses pemulangan 20 WNI yang menjadi korban skema pengantin pesanan sejak bulan September 2019. Ke depan, kerja sama penanganan perdagangan manusia perlu ditingkatkan.

China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia, total nilai perdagangan Indonesia-China pada tahun 2018 mencapai USD72,6 miliar (sekira Rp100 triliun). Selain itu, China merupakan investor asing ketiga terbesar, dengan total nilai investasi pada tahun 2018 mencapai angka USD2,3 miliar (sekira Rp32 trliun).

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini