nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Kirim 497.000 Anak Etnis Uighur ke Sekolah Asrama

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 31 Desember 2019 16:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 31 18 2147793 china-kirim-497-000-anak-etnis-uighur-ke-sekolah-asrama-7pIiLS05Gm.jpg Etnis Uighur menjalani aktivitas di fasilitas yang disebut China kamp pendidikan dan pelatihan. (Foto/BBC)

BEIJING – The New York Times (NY Times) melaporkan sebanyak 497.000 anak-anak dari etnis Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China dikirim ke sekolah asrama yang dikelola pemerintah setelah diambil dari keluarga mereka.

Laporan media asal Amerika Serikat (AS) itu berdasarkan dokumen perencanaan yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan China.

Isi dokumen menyebutkan, anak-anak berusia delapan tahun ditempatkan di sekolah asrama yang dikelola pemerintah oleh otoritas China untuk menghapus nilai-nilai dan kepercayaan Muslim versi mereka.

Partai Komunis China (CCP) berpendapat sekolah berfungsi untuk memerangi kemiskinan dan memberikan akses pendidikan kepada anak-anak Uighur.

Dokumen itu juga mengatakan bahwa Sekretaris Jenderal CCP, yang juga Presiden China Xi Jinping menganggap pendidikan sebagai alat penting untuk memberantas ekstremisme kekerasan di Xinjiang. Dia menambahkan, generasi baru pemuda Uighur akan diberi hak istimewa untuk menumbuhkan patriotisme dan cinta kepada partai.

Menurut The New York Times, sekitar 497.000 dari siswa sekolah dasar dan menengah terdaftar di sekolah asrama milik pemerintah pada tahun lalu. China juga dilaporkan berencana membuka setidaknya satu sekolah di setiap kota di Xinjiang pada akhir 2020.

Baca juga: Mencari Kebenaran di Kamp 'Reedukasi' Muslim Uighur di China

Baca juga: Media AS Sebut China Bujuk Dua Ormas Islam Indonesia agar Bungkam soal Muslim Uighur

Laporan itu menyatakan siswa hanya bisa bertemu keluarga mereka setiap dua minggu dan tidak diizinkan menggunakan bahasa Uighur di sekolah. Pakar internasional, termasuk sarjana China Jerman Adrian Zenz, percaya sekolah sengan didirikan untuk mengindoktrinasi anak-anak Uighur berpandangan pro-CCP.

Pihak barat, terutama Amerika Serikat dan kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) menilai fasilitas, yang disebut China sebagai kamp pendidikan dan pelatihan, merupakan kamp penahanan untuk minoritas Uighur.

Namun tudingan tersebut selalu dibantah oleh China. Pemerintah China melalui perwakilannya di negara kawasan Asia, termasuk Indonesia mengundang sejumlah tokoh agama untuk mengunjungi Xinjiang.

Jurnalis BBC yang pernah diundang melihat langsung keadaan salah satu kamp di Xinjiang, mengukapkan bahwa dia dan rombongan dibawa ke tempat-tempat yang tampaknya telah dipermak dengan hati-hati. Gambar satelit mengungkap bahwa banyak infrastruktur keamanan baru saja disingkirkan.

“Dan satu demi satu orang-orang yang kami ajak bicara di dalam, beberapa di antara mereka tampak gugup, menceritakan kisah yang serupa.” 

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini