Mobil Mewah yang Disita Polda Jatim Bertambah Jadi 14 Unit

Syaiful Islam, Okezone · Senin 16 Desember 2019 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 16 519 2142379 mobil-mewah-yang-disita-polda-jatim-bertambah-jadi-14-unit-aqNzxpYvgO.jpg Polda Jatim mengamankan mobil mewah (Foto: Syaiful Islam)

SURABAYA - Polda Jawa Timur kembali menyita mobil mewah karena diduga tidak dilengkapi surat-surat seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), dan diduga tidak membayar pajak. Sebelumnya, ada 13 unit, kini menjadi 14 unit.

Saat ini, mobil-mobil mewah tersebut diparkir Mapolda Jatim. Belasan mobil mewah itu disita dari Kota Surabaya dan Malang, ada yang diamankan di jalan raya, mal dan rumah pemilik.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, menjelaskan pihaknya melakukan kegiatan mengamankan kendaraan-kendaraan mewah atau supercar berawal dari kejadian mobil Lamborghini terbakar di jalan raya beberapa hari lalu.

"Dari situ tim Polda Jatim bekerjasama dengan polrestabes melakukan pemeriksaan, dan diperoleh hasil pengembangan ada beberapa kendaraan yang diamankan. Baik hasil di jalan raya kita mengambil oleh lalu lintas dan reserse karena tidak bawa surat-surat," tutur Luki, Senin (16/12/2019).

Baca Juga: Lamborghini Terbakar di Jalan Mayjen Sungkono Surabaya, Diduga Ini Penyebabnya

Polisi sita mobil mewah

Menurut Luki, pihaknya juga melakukan door to door terkait informasi yang berkembang adanya kendaraan bodong. Mobil mewah yang diamankan bisa bertambah lagi karena banyak sekali kendaraan mewah di Jatim.

Ke-14 mobil mewah yang diamankan polisi itu meliputi Ferrari sebanyak 5 unit, Mc Laren 3 unit, Porsche 2 unit, Aston Martin 1 unit, Lamborghini 1 unit, Mini Cooper 1 unit dan Nissan GTR 1 unit.

"Saat ini, saya mengundang teknisi untuk mengetahui nomor mobil mesin dan rangka. Ini penting untuk mencocokkan dengan surat-surat yang dimiliki," ujar Luki.

Baca Juga: Sembilan Mobil Mewah Diamankan Polda Jatim, Ada Apa?

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini