nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Didakwa Khianati Negara, Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf Dijatuhi Hukuman Mati

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 15:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 17 18 2142983 didakwa-khianati-negara-mantan-presiden-pakistan-pervez-musharraf-dijatuhi-hukuman-mati-z0p49YibUt.jpg Mantan Presiden Pakistan, Pervez Musharraf. (Foto: Reuters)

PESHAWAR - Pertama kalinya dalam sejarah Pakistan, tiga hakim pengadilan khusus pada Selasa menjatuhkan hukuman mati kepada mantan Presiden Pervez Musharraf dalam kasus pengkhianatan tingkat tinggi yang dituduhkan terhadapnya. Pengadilan kasus pengkhianatan terhadap Musharraf, yang saat ini berada di Dubai, digelar terkait pemberlakuan keadaan darurat pada November 2007, dan telah tertunda sejak Desember 2013.

Dia dituntut dalam kasus pengkhianatan pada Desember 2013 dan didakwa pada 31 Maret 2014. Jaksa penuntut telah mengajukan seluruh bukti di hadapan pengadilan khusus pada bulan September di tahun yang sama.

BACA JUGA: Mantan Presiden Pakistan Diputuskan Bersalah dalam Kasus Pembunuhan Benazir Bhutto

Namun, karena litigasi di forum-forum banding, persidangan mantan diktator militer itu jadi berkepanjangan dan ia meninggalkan Pakistan pada Maret 2016.

Pengadilan khusus, yang dipimpin oleh Hakim Ketua Pengadilan Tinggi Peshawar, Waqar Ahmad Seth, telah mengumumkan akan memberikan putusannya dalam kasus tersebut pada Selasa. Namun, jaksa pemerintah, Advokat Ali Zia Bajwa, mengatakan bahwa mereka telah mengajukan tiga petisi.

Salah satu petisi meminta pengadilan membuat tiga orang, mantan Perdana Menteri Shaukat Aziz, mantan Ketua Mahkamah Agung Abdul Hameed Dogar dan mantan Menteri Hukum Zahid Hamid, menjadi tersangka dalam kasus ini.

"Kami juga ingin menjadikan fasilitator dan kawan-kawan Musharraf sebagai tersangka. Penting agar persidangan semua tersangka digelar bersamaan," kata Bajwa sebagaimana dilansir Gulf News, Selasa (17/12/2019).

BACA JUGA: Sepak Terjang Musharraf saat Menjabat

Selama persidangan, Penasihat Hukum Musharraf, Raza Bashir, juga meminta 15 hingga 20 hari agar kliennya mencatat pernyataan.

"Musharraf berhak atas pengadilan yang adil," katanya.

Sebelumnya pada hari itu, Pengadilan Tinggi Lahore mengambil petisi Musharraf terhadap pengadilan khusus untuk mendengarkan kasus pengkhianatan tingkat tinggi terhadapnya serta permohonan sipil lainnya yang mendesak pengadilan tinggi untuk menghentikan persidangan kasus pengkhianatan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini