Sementara itu Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Syamaun menolak dituduh melakukan penganiayaan, dirinya hanya menegur perawat yang dia nilai tidak menjalankan protap sebagaimana mestinya.
Dia menambahkan, saat itu dirinya hanya meminta bantuan oksigen untuk mempelancar pernapasan. Dan sebelum sampai ke rumah sakit, ia terlebih dahulu menghubungi pihak rumah sakit. Namun, perawat yang ada di rumah sakit malah mengabaikan permintaannya.
“Minta oksigen aja, bentar saja untuk membantu pernapasan, setengah jam saya menunggu di situ, tapi tak satupun (perawat) yang datang, mereka sibuk bermain hp,” cerita Syamaun.
Syamaun menuturkan dirinya siap diperiksa dan menjelaskan mengenai perkara tersebut sesuai hukum yang berlaku.
(Khafid Mardiyansyah)