nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wanita Ngaku Teroris Ancam Meledakkan Pesawat

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 20 Desember 2019 07:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 19 18 2143944 wanita-ngaku-teroris-ancam-meledakkan-pesawat-6TQCeIXVof.jpg Wanita itu mengaku membawa lima bom. (Foto/A Haber/Daily Mail)

ISTANBUL - Seorang wanita yang mengaku teroris memicu kepanikan di dalam pesawat karena mengancam akan meledakkan pesawat.

Mengenakan kacamata hitam dan jilbab biru, wanita itu mengklaim dia anggota FETO (kelompok gerakan Gulen), sebuah kelompok yang disalahkan pemerintah Turki atas upaya kudeta pada 2016.

Menurut surat kabar Turki Yeni Safak mengutip Daily Mail, Kamis (19/12/2019) berhasil ditahan oleh penumpang dan diturunkan dari pesawat oleh petugas.

Sebuah tim keamanan kemudian menyisi isi pesawat yang akan berangkat dari istanbul Siprus. Namun petugas tidak menemukan benda yang mencruigakan.

Menurut Cyprus Mail, wanita itu terdengar berteriak, "Saya anggota FETO, dan saya akan meledakkan pesawat."

Rekaman yang diambil di kabin menunjukkan wanita dikepung dan dikekang oleh penumpang lain sambil mengangkat Alquran. Wanita itu mengklaim membawa lima bom, menurut laporan media Turki.

Dia juga tampak memegang foto Fethullah Gulen, ulama Islam di balik gerakan kontroversial FETO.

FETO, yang merupakan singkatan dari Fethullahist Terrorist Organization, adalah nama yang digunakan oleh pemerintah Turki untuk menggambarkan gerakan Gulen.

Gulen membantah klaim itu, bersikeras dia menjalankan gerakan Islam damai yang dikenal sebagai Hizmet.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyalahkan gerakan itu atas upaya gagal menggulingkannya pada musim panas 2016.

Lebih dari 130.000 pegawai negeri sipil dipecat melalui keputusan darurat dan 77.000 orang ditangkap karena diduga memiliki hubungan dengan Gulen.

Pembersihan bahkan meluas ke wasit di Federasi Sepak Bola Turki, beberapa di antaranya dipecat setelah kudeta.

Awal tahun ini, 128 orang yang dituduh sebagai salah seorang pemimpin kudeta, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Turki juga mengejar Gulen, yang saat ini tinggal di Amerika Serikat. 

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini