Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Antisipasi Bahaya, Anjing Pelacak Dikerahkan di Stasiun Tawang & Poncol

Taufik Budi , Jurnalis-Kamis, 19 Desember 2019 |16:57 WIB
Antisipasi Bahaya, Anjing Pelacak Dikerahkan di Stasiun Tawang & Poncol
(Foto: Taufik Budi/Okezone)
A
A
A

SEMARANG - Sejumlah anjing pelacak dikerahkan untuk pengamanan libur Natal dan Tahun Baru 2020. Anjing dengan kemampuan mendeteksi bom ini akan menyisir semua lokasi yang dianggap mencurigakan di Stasiun Tawang dan Poncol, sebagai upaya menjamin keselamatan calon penumpang kereta api (KA).

"Anjing pelacak atau K9 ini ada 2 ekor. Tapi dalam satu komponen itu tersebut 1 unitnya itu terdiri satu anjing dan dua pengawal. Jadi dalam dua unit ada enam (dua anjing dan empat polisi)," kata Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro, Kamis (19/12/2019).

"Nanti unit K9 akan dikerahkan untuk pengamanan di Stasiun Semarang Poncol dan Tawang. Tentu saja untuk mengantisipasi adanya bahaya terorisme atau sesuatu yang membawa barang yang tidak diperkenankan oleh aturan negara," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Daop 4 Semarang Mohamad Nurul Huda DS mengatakan, pihaknya menyiapkan 573 personel keamanan yang melakukan pengamanan di dalam KA, stasiun, maupun berpatroli di jalur KA. Petugas juga ditempatkan di objek-objek vital seperti dipo lokomotif dan dipo kereta.

(Foto: Taufik Budi/Okezone)

"Petugas keamanan tersebut terdiri dari 119 personel Polsuska, 378 personel security, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 76 personel," ujarnya usai Apel Gelar Pasukan sekaligus mengawali ditetapkannya masa Posko Angkutan Nataru hari ini, Kamis (19/12/2019).

Mengantisipasi datangnya musim hujan yang bertepatan dengan masa Angkutan Nataru 2019/2020, PT KAI Daop 4 Semarang menyiapkan sejumlah petugas ekstra yang akan bersiaga 24 jam di daerah-daerah rawan wilayah Daop 4 Semarang. Beberapa daerah rawan bencana tersebut yakni antara Gundih-Karangsono, Tanggung-Kedungjati yang rawan ambles, Brumbung-Tanggung yang rawan banjir, dan wilayah barat Krengseng-Plabuan hingga Kuripan (Batang) yang rawan longsor.

(Foto: Taufik Budi/Okezone)

"Petugas ekstra yang berjumlah total 192 petugas, terdiri dari 83 petugas penilik jalan (PPJ) ekstra, 75 penjaga jalan lintas (PJL) ekstra, 28 petugas posko daerah rawan jalan rel ekstra, dan 6 petugas posko daerah rawan jembatan ekstra," ucapnya.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement