nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendaki Meninggal karena Hipotermia Usai Rayakan Tahun Baru di Kaki Gunung

Herman Amiruddin, Jurnalis · Jum'at 03 Januari 2020 02:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 03 609 2148713 pendaki-meninggal-karena-hipotermia-usai-rayakan-tahun-baru-di-kaki-gunung-WIHaB7QuNi.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

MAKASSAR – Anugrah Putra (31) seorang pendaki meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas Parigi Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Diduga korban baru saja merayakan pergantian tahun baru di kaki Gunung Bawakaraeng.

Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan mengatakan, korban pulang dari kaki Gunung Bawakaraeng, lalu di tengah perjalanan menuju perkampungan warga, diduga hiportemia yang diderita almarhum semakin parah sehingga meninggal dunia.

Korban sempat dirawat oleh rekan-rekannya bersama warga setelah mengeluhkan sakit yang diderita.

"Korban mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke Puskesmas Parigi," kata Tambunan kepada Okezone, Jumat (3/1/2020) dini hari.

Tambunan menjelaskan, korban merupakan warga Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Gowa. Saat itu, kata Tambunan, korban bersama 13 orang rekannya membangun tenda di bawah kaki Gunung Bawakaraeng selama 2 hari.

"Tepatnya, sejak 31 Desember 2019 untuk kamping sembari menikmati suasana alam. Sehari setelah kamping, almarhum mengalami sakit perut di lokasi perkemahan," ucap Tambunan.

Ilustrasi (Shutterstock)

Teman-temannya pun, kata Tambunan, meminta pertolongan kepada masyarakat setempat untuk membawa almarhum berobat ke puskesmas terdekat.

"Namun dalam perjalanan ke Puskesmas Parigi, nyawa korban tidak sempat tertolong. Korban didiagnosis hipotermia," kata Tambunan

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban meninggal diduga karena penurunan kondisi fisik akibat kelelahan.

Kemudian korban dirujuk sementara ke rumah warga setempat di Dusun Lengkese, Desa Manimbahoi Kecamatan Parigi, sesaat sebelum keluarganya datang menjemput jenazah.

Atas kejadian tersebut, kepolisian berkoordinasi dengan pihak keluarga korban untuk dilakukan autopsi. Namun, pihak keluarga menolak dan menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan sehingga penyidik membuat berita acara penolakan proses autopsi.

"Saat ini korban telah dimakamkan di kampung halamannya oleh pihak keluarga. Kami berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Parigi untuk penyelidikan mendalam tentang penyebab pasti hingga korban meninggal dunia," ujar Tambunan.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini