"Tidak setiap hari batu ke jual. Kalau ada pasir juga kadang-kadang. Saya ikhlas mengerjakan pekerjaan ini, " tutur Tummi.
Tidak hanya Tummi seorang yang menjadi pemecah batu di kolong jembatan itu. Ada keluarga dan kerabatnya yang bernasib sama dengannya.

Disampaikan Tummi, sering terjadi perdebatan atau adu mulut antara sesama pemecah batu di kolong jembatan tersebut. Biasanya dipicu oleh permasalahan kecil, seperti berebut tempat saat mengambil pasir di sungai, bisa juga merasa iri karena batu mereka tidak laku terjual. Tummi sendiri acuh dengan hal tersebut. Menurutnya rezeki manusia sudah diatur oleh tuhan.
Dari pekerjaannya sebagai pemecah batu, Tummi berharap bisa meringankan beban suaminya. Ia juga sangat ingin melihat anak-anaknya sukses dikemudian hari. "Harapan saya sih, semoga anak-anak saya bisa sukses nantinya, " ucap dia.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.