Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Salahkah Jika Seorang Ibu Bekerja untuk Memenuhi Hak Ekonomi?

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Sabtu, 21 Desember 2019 |12:31 WIB
Salahkah Jika Seorang Ibu Bekerja untuk Memenuhi Hak Ekonomi?
Tummi harus perkasa saat memecah batu namun tetap harus lemah lembut menidurkan anak (Foto: Okezone/Fathnur)
A
A
A

Tepat pada Hari Ibu, Ida menyebutkan bahwa ini merupakan peringatan di mana perempuan Indonesia melakukan perjuangan atau pergerakan agar bisa turut serta, dan berkontribusi untuk negara.

Maka dari itu, setiap pekerjaan apapun yang diemban oleh wanita sudah sepatutnya dihargai, dan dihormati. Pasalnya, bekerja merupakan hak ekonomi untuk semua perempuan di Indonesia.

"Hari Ibu adalah hari perjuangan atau pergerakan perempuan Indonesia agar bisa ikut serta, ikut aktif dalam membangun bangsa, dan negara. Termasuk diantaranya berkontribusi secara ekonomi. Bekerja adalah hak ekonomi perempuan yang patut dihargai, dilindungi, dan dipenuh. Apapun pekerjaannya," terangnya.

Untuk mendukung setiap perempuan yang bekerja, Ida berharap pemerintah mampu mengondisikan. Ia menilai negara akan rugi jika tidak memanfaatkan potensi yang ada di dalam diri setiap perempuan.

"Pemerintah berkewajiban mengondisikan hal tersebut. Apalagi jumlah populasi penduduk Indonesia lebih dari 50 persen adalah perempuan. Rugi negara, dan masyarakat jika tidak memanfaatkan potensi perempuan," tutup Ida.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement