nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemilik 7 Supercar Bakal Urus BPKB ke Bapenda Jatim

Sabtu 21 Desember 2019 04:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 21 519 2144539 pemilik-7-supercar-bakal-urus-bpkb-ke-bapenda-jatim-EfhuXjHpUF.jpg Mobil mewah yang disita Polda Jatim pajaknya bisa lebih dari Rp4,4 miliar (Foto : Okezone.com/Syaiful)

SURABAYA - Kepala Bapenda Jatim, Boedi Prijo Soperajitno menyatakan ada itikad baik dari pemilik tujuh kendaraan supercar form A untuk melengkapi surat-surat Bapenda Jawa Timur Jatim.

"Ada itikad untuk menyelesaikan pengurusan berikutnya, yakni setelah form A dia harus dari dealer dia memberikan faktur, dari faktur dia akan mengurus BPKB di Samsat. Kami menyambut baik ini," kata Boedi Prijo seperti dilansir dari iNews.id, Sabtu (21/12/2019).

Hal ini sesuai rekomendasi Polda Jatim agar para pemilik mengurus BPKB dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebagai kelanjutan form A (dokumen impor) yang mereka pegang.

Ilustrasi

Menurut perhitungan Bapenda, potensi pajak BBN dan BPKB dari tujuh mobil mewah ini cukup besar. Taksirannya rata-rata per mobil sekitar Rp640 juta, berarti potensi pajak yang diperoleh Pemprov Jatim sebesar Rp4,406 miliar.

"Seandainya tujuh mobil itu didaftarkan di Jatim semua. Sekitar rata-rata satu mobil itu MClaren dan Lamborgini, pajaknya BBN dan BKBnya itu sekitar Rp640-an juta," ujarnya.

Meski begitu, pihaknya masih menunggu penyelidikan dari Polda Jatim terkait kasus penunggakan pajak mobil mewah tersebut. Dia berharap semua pengurusan pajak mobil tidak lebih dari 30 Desember 2019, sehingga pajak tidak menjadi utang.

Baca Juga : Seorang Ibu Disiram Air Keras saat Antar Anak Sekolah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, menyebut lima dari 14 mobil mewah telah teridentifikasi dan surat-suratnya lengkap. Dari lima mobil itu, empat telah diambil pemiliknya.

Sementara sembilan mobil mewah yang tersisa, ada tujuh mobil menggunakan form A yakni dengan surat keterangan pemasukan kendaraan bermotor impor, sudah melunasi bea masuk dan pajak. Sedangkan form A wajib ada untuk bukti keluarnya STNK dan BPKB.

Sedangkan dua mobil sisanya menggunakan form B, yakni surat mobil untuk kendaraan kedutaan bebas pajak, dan bea masuk karena mobil masuk melalui jalur diplomatik. Terkait ini, polisi masih mendalaminya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini