Setia Hadapi Sejumlah Masalah
Bahtera rumah tangga Nyoman Rai Srimben dan suaminya Raden Soekemi Sosrodihardjo terus berjalan seiring dengan bertumbuhnya Soekarno menjadi dewasa di era perjuangan bangsa saat masa penjajahan Belanda.
Naluri pergerakan yang membara di sanubari Soekarno telah mengusik kenyamanan dan eksistensi Pemerintah Belanda saat itu. Soekarno pun akhirnya harus ditangkap dan dijebloskan ke Penjara Sukamiskin Bandung.
Ini persoalan awal yang harus dialami Nyoman Rai Srimben. Betapa tidak cintanya kepada putranya itu melebihi segalanya. Seakan tak mamu membiarkan Soekarno menderita, Nyoman Rai Srimben lalu menuju Bandung untuk menyelamatkan anaknya. Namun apa yang diperoleh. Malah bentakan dan usiran yang didapat saat Nyoman Rai Srimben berdialog dengan petugas penjara Sukamiskin.
Dendam sang ibu terhadap kolonial Belanda pun terpantik sejak saat itu. Kebenciannya terhadap Belanda sejak itu mulai lahir di dalam dirinya. Meskipun begitu, Nyoman Rai Srimben terus saja berjuang untuk membebaskan puteranya Soekarno. Persoalan itulah akhirnya membuat Belanda menyebarkan pasukannya untuk terus mengawasi pergerakan Nyoman Rai Srimben dan keluarganya. Bahkan kediamananya di Blitar diawasi tentara Belanda.

Persoalan yang menimpa Soekarno itulah akhirnya membuat Nyoman Rai Srimben meminta suaminya untuk pensiun dini sebagai guru dari Kementerian Pendidikan Belanda di Batavia.
Tak berhenti di situ, terpaan persoalan masih terus terjadi. perasaan dan ketegaran seorang ibu Nyoman Rai Srimben terus saja dicoba. Meskipun harus sedih, namun Nyoman Rai Srimben tetap saja ikhlas menerima, dikala mendengar perceraian Soekarno dan Inggit dan selanjutnya menikahi Fatmawati.
Ketabahan seorang ibu benar-benar diuji. Dan sosok Nyoman Rai Srimben benar-benar tabah melewati gelombang badai persoalan ini hingga memuncak saat kematian sang suami Raden Soekemi Sosrodihardjo pada 18 Mei 1945 karena sakit. Di tengah kesendiriannya, Nyoman Rai Srimben lalu kembali ke Blitar dan melewati hari-hari akhir hidupnya hingga mangkat pada 12 September 1958.