Dirut PT Industri Susu Alam Murni Yusuf Munawar mengungkapkan hal yang sama terkait sulitnya mendapatkan bibit yang bagus. Yusuf pun sepakat bila peternak susu ini dikelola koperasi akan menurunkan biaya produksi hingga 25%. "Kapasitas produksi 200 ton, dan saat ini baru dimanfaatkan 75%. Karenanya kami masih bisa memproduksi susu lebih banyak lagi jika bahan baku susunya tersedia," jelas Yusuf.
Sedangkan peneliti dari Fakultas Peternakan Unpad Dr Ir Andre R Daud juga mengungkapkan permasalahan industri susu, produksi susu mengalami penurunan, harga produk rendah dan biaya produksi tinggi. Untuk itu Andre meminta bagaimana upaya menurunkan biaya produksi peternak sapi perah. "Alih fungsi lahan untuk ketersediaan hijauan yang makin berkurang," saran Andre Daud.
Andre menyarankan, untuk perluasan pemasaran, jangan hanya menjual bahan baku susu, tapi bagaimana bisa penyedia bahan jadi atau susu olahan.
Dalam hal ini kerjasama dengan Kementan sangat diharapkan, "Saya berharap Kemenkop sebagai bapaknya yang mencari dananya, Kementan sebagai ibunya yang mengelola industrinya," pungkas Andre Daud.
(cm)
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.