BENGKULU - Pimpinan Tim Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan memastikan, sopir bus Sriwijaya Express Pratama yang mengalami kecelakaan, saat mengemudi tidak dalam keadaan mabuk dan mengantuk.
Hal tersebut, kata Wildan, berdasarkan investigasi pihaknya di lokasi kejadian kecelakaan di jalan Lintas Pagar Alam - Lahat KM 9, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
"Kalau mabuk tidak dan tidak mengantuk. Pegemudi (Sopir) baik-baik saja," kata Wildan, Kamis (26/12/2019).
Baca Juga: Bus Sriwijaya Masuk Jurang, KNKT : Ada Prosedur yang Tak Dijalankan
Wildan menduga, pengemudi bus Sriwijaya mengalami banyak kehilangan waktu. Di mana bus Sriwijaya baru tiba di Pagaralam Sumatera Selatan, pada Senin 23 Desember 2019, sekira pukul 23.16 WIB.
Akibat banyak kehilangan waktu di jalan, Wildan menduga, pengemudi mengendarai bus dengan kecepatan tinggi agar cepat tiba di Palembang. Kemungkinan, laju bus yang dikendarai sopir juga adanya desakan penumpang.

"Bus banyak kehilangan banyak waktu. Diduga sopir harus mengejar waktu," jelas Wildan.
Bus sriwijaya yang kehilangan banyak waktu, sampai Wildan, lantaran dalam perjalanan menuju Palembang terjadi dua kali kecelakaan. Pertama, bus sempat bersenggolan dengan mobil mini bus. Lalu, bus mengalami masuk ke dalam drainase.
"Mobil sempat mengalami dua kali insiden," terang Wildan.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.