Share

Penyebab Kematian Pelayan Warteg di Cirebon Terungkap

Fathnur Rohman, Okezone · Sabtu 28 Desember 2019 03:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 28 525 2146796 penyebab-kematian-pelayan-warteg-di-cirebon-terungkap-neRRwG4w5A.jpg Kapolresta Cirebon AKBP Syahduddi (foto: Okezone/Fathnur Rohman)

CIREBON - Penyebab kematian seorang pelayan warteg bernama Nur (35) yang ditemukan tewas bersimbah darah, pada Selasa 24 Desember 2019 lalu akhirnya terungkap. Dari hasil autopsi yang dilakukan di salah satu rumah sakit di Kota Bandung, Jawa Barat, menunjukan kalau Nur meninggal akibat mengidap penyakit tuberkulosis kronis.

"Terkait jenazah atau mayat yang ditemukan pada tanggal 24 Desember malam, di Jalan Merdeka Utara dekat Terminal Ciledug, korban atas nama Nur Aeli yang sehari-hari bekerja di warteg, dari keterangan dokter faktor penyebab kematiannya karena almarhum mengidap penyakit TBC kronis," ujar Kapolresta Cirebon AKBP Syahduddi kepada wartawan, Jumat 27 Desember 2019.

Baca Juga: Terluka di Mulut Bagian Dalam, Pelayan Warteg Tewas Bersimbah Darah 

Menurut Syahduddi, dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan penyidik dari Sat Reskrim Polresta Cirebon ditemukan beberapa fakta. Salah satunya adalah banyak ditemukan bercak darah di bagian dapur warteg serta bagian ruang tengah warteg.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Dijelaskan Syahduddi, berdasarkan pemeriksaan dokter forensik yang melakukan autopsi, kondisi paru-paru Nur sangat mengkhawatirkan. Nur mengalami pendarahan luar biasa sehingga menyebabkan cairan darah memenuhi paru-paru, kerongkongan, dan hidung Nur.

"Di tubuh korban tidak ditemukan trauma akibat benda tumpul ataupun benda tajam. Artinya tidak ada petunjuk ataupun bukti-bukti adanya benturan dari benda tumpul ataupun benda tajam. Itu adalah hasil pemeriksaan dokter forensik yang melakukan autopsi," kata Syahduddi.

Masih disampaikan Syahduddi, dari keterangan dokter, seseorang yang mengidap penyakit tuberkulosis kronis bisa mengalami pendarahan yang luar biasa seperti yang dialami Nur.

Sementara itu di tempat yang sama, kakak Nur bernama Muhidin (43) mengaku kalau Nur sudah empat tahun mengidap penyakit tersebut. Nur bahkan kerap mengeluhkan rasa sakit pada bagian dadanya.

"Kurang lebih empat tahun. Dia sering mengeluh sakit dibagian dada. Dia juga sering mimisan, " ungkap Muhidin.

Baca Juga: Nenek 86 Tahun yang Tinggal Sendirian Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar 

Muhidin menuturkan, Nur sendiri sempat diajak suaminya untuk berobat. Namun, justru Nur langsung menolaknya. Selama empat tahun ini Nur hanya mengkonsumsi obat yang ia beli dari warung saja.

"Kalau diajak suaminya berobat pasti nolak. Dia pakai obat dari warung," ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini