Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

10 Berita Terpopuler Okezone Sepanjang 2019

Maulidia , Jurnalis-Selasa, 31 Desember 2019 |12:44 WIB
10 Berita Terpopuler Okezone Sepanjang 2019
Cek Fakta Hoaks Pidato Meminta Seluruh Pimpinan Negara Tolak Jokowi sebagai Presiden Indonesia (foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Pergantian tahun sudah di depan mata. Berbagai peristiwa penting Tanah Air dan menarik sepanjang 2019 menjadi catatan khusus Okezone, mulai dari berbagai berita viral hingga panasnya tahun politik kontestasi Pemilu Serentak.

Berikut rangkuman berita terpopuler Okezone sepanjang tahun 2019:

1. Beredar Pidato Meminta Seluruh Negara Tolak Jokowi sebagai Presiden Indonesia, Ini Faktanya

Berita ini dinukil dari unggah viral di Facebook yang di-posting akun Erul Owe Imam atau @diah.s.dealova. Dalam unggahannya, tampak foto seorang pria berjenggot yang mengajak negara-negara Afrika untuk memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno karena takut bila Jokowi kembali menjadi Presiden maka Indonesia akan dijajah China.

Cek Fakta Hoax Pidato Minta Seluruh Negara Tolak Jokowi sebagai Presiden Indonesia (foto: Ist)

Relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menelusuri informasi tersebut dan menyatakan bahwa unggahan itu hoaks. Pasalnya, unggahan dari Facebook itu didapati bahwa foto pria berjenggot dengan atribut menyerupai tentara itu pernah diunggah di Youtube channel Paramount Pictures New Zealand, 8 Mei 2012 atau 7 tahun yang lalu.

2. Data Resmi TNI Sebut Prabowo Sudah Menang, Berikut Fakta Sebenarnya

Berita ini merupakan bantahan dari informasi hoaks yang diviralkan melalui blogspot ke media sosial. Artikel itu berjudul "Menurut Data Resmi TNI, Prabowo Sudah Menang, Tidak Perlu Ada Pemilu Ulang!".

Hoaks Artikel Menurut Data Resmi TNI Prabowo Sudah Menang, Tidak Perlu Ada Pemilu Ulang (foto: Ist)

Akun Facebook atas nama Umi Jamilah menyertakan narasi yang menyebut bahwa TNI memang tidak bisa diragukan lagi kesetiaannya kepada rakyat dalam ungguhannya pada Selasa 23 April 2019. Danrem 162/WB melalui Kapenrem 162/WB, Mayor Inf Dahlan menegaskan bahwa artikel tersebut tidak benar.

3. Chat Ibu Kos di Kalimantan Mendadak Viral, Bikin Netizen Geram dan Gagal Paham

Tangkapan layar percakapan WhatsApp itu mendadak viral setelah akun Yoga Atlas mengunggahnya ke Facebook.

Dalam percakapannya yang berlangsung 1 Juli 2019 itu diketahui, Yoga tengah menanyakan adanya kamar kos untuk adiknya kepada pemilik kosan.

Viral Percakapan Pencari Kos dengan Emak-Emak Pemilik Kos di Kalimantan (foto: Ist)

Namun, pertanyaan Yoga itu mendapat jawaban yang kurang baik dari ibu pemilik kosan yang terkesan "ngegas".

Berita viral ini pun menuai banyak komentar dari pembaca Okezone, kebanyakan dari mereka geram dan gagal paham dan menyarankan agar Yoga mencari kosan untuk adiknya di tempat lain.

4. Guru SMP di Malang Minta 18 Siswanya Masturbasi, Modusnya untuk Penelitian

Dunia pendidikan kembali tercoreng ulah oknum guru di Malang. CH (38) yang merupakan guru bimbingan konseling itu meminta 18 siswanya untuk bermasturbasi atau onani. Alhasil, polisi langsung mencokok guru mesum tersebut karena diduga melakukan tindakan pelecehan seksual kepada siswanya.

Polres Malang Gelar Perkara Kasus Oknum Guru BK di Malang Minta Murid Masturbasi (foto: Okezone/Avirista Midaada)	 

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, kasus ini terungkap setelah salah seorang korban melaporkan perbuatan guru bimbingan konselingnya tersebut kepada orang tuanya.

5. Heboh Warga Madura Potong Tangan Pelaku Pencoblos 100 Surat Suara, Ini Fakta Sebenarnya

Berita viral kembali mendominasi segmen pembaca Okezone sepanjang 2019. Kali ini, informasi yang viral di Whatsapp hingga Youtoube itu menyebut bahwa adanya peristiwa penganiayaan dengan senjata tajam terhadap pelaku yang mencoblos 100 surat suara Pemilu 2019 di Madura.

Viral Pelaku Coblosi 100 Surat Suara saat Pemilu 2019 di Madura, Dicarok Warga (foto: Ist)	 

Terdapat dua narasi dalam video yang beredar itu. Pertama, warga Madura potong tangan pelaku kecurangan yang mencoblos 100 surat suara pemilu 2019. Kedua, narasi itu menuliskan "Ini bukti QISHOS yang main coblos 100 surat suara dicoblos sendiri, masyarakat madura lalu memotong tangan pelaku".

Polda Jawa Timur langsung merespon cepat informasi hoaks ini. Pihak kepolisian menyatakan bahwa tak ada peristiwa potong tangan yang terjadi di Madura.

6. Beredar Video Habib Rizieq Berjoget Bersama Penari Perut, Ini Faktanya

Video viral hoaks kali ini menyerang karakter Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Dalam video itu, tampak seorang perempuan tengah menari dengan pria yang mirip Habib Rizieq.

Hoaks Habib Rizieq Berjoget Bersama Penari Perut (foto: Ist) 

Video ini diunggah ke Facebook oleh akun Leo Hammer. Perempuan yang tengah belly dancer atau tari perut tampak melenggak-lenggokkan tubuhnya yang aduhai ke Habib Rizieq. Alhasil, tokoh agama yang tengah berada di Arab Saudi itu juga ikut menari.

Adi Syafitrah, salah seorang member grup FB Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoaks (FAFHH) menyatakan bahwa video viral mirip Habib Rizieq itu merupakan hoaks lantaran telah mengalami beberapa kali proses penyuntingan.

7. Gagal Perkosa Istri TNI, Pelaku Dikepung Pasukan Brigif 25/Siwah

Unit PPA Satuan Reskrim Polres Aceh Utara menahan HS (22) karena ditangkap saat berusahan melakukan percobaan pemerkosaan terhadap M (33) yang merupakan istri seorang prajurit TNI.

Pelaku Percobaan Pemerkosaan Istri TNI Diamankan Petugas (foto: Okezone/Windy P)	 

Peristiwa ini bermula saat pelaku tiba-tiba menghadang korban yang tengah melintas sendirian dengan sepeda motornya di Jalan Gampong Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Aceh.

Mendapati dirinya terancam, perempuan berparas cantik itu langsung berteriak hingga didengar warga sekitar. Tak lama kemudian, pasukan TNI Brigif 25/Siwah datang ke lokasi dan melakukan pencarian terhadap pelaku yang saat itu melarikan diri ke kebun sawit.

8. Lagi Enak Tidur, Janda Kembang Diperkosa Pemuda

Tengah tertidur pulas, EW (41) seorang janda kembang menjadi korban pemerkosaan seorang pemuda tanggung berinisial DI (19), di rumahnya di Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo, Jambi.

EW sempat melakukan perlawanan saat terjaga dari tidurnya. Namun, pelaku yang jauh lebih kuat langsung sigap dan langsung mencekik leher korban hingga pingsan.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Perempuan berkulit sawo matang ini berhasil melakukan perlawanan dengan meremas alat kelamin pelaku hingga terjerit.

Kapolsek VII Koto, AKP Sugeng mengatakan, kasus tersebut sudah dilaporkan keluarga korban dengan nomor register LP/B-09/XII/2019/Polda Jambi/Res Tebo/Sek VII Koto, pada 18 Desember 2019. Kini pelaku tengah diburu polisi.

9. Pasangan Kumpul Kebo Digerebek, Petugas: Mereka Masih Santai Berhubungan Intim

Sembilan muda-mudi yang sedang kumpul kebo digaruk Tim Penjaga Gangguan dan Anti Kerusuhan (Jaguar) Polresta Depok di kos-kosan di kawasan Pancoranmas Depok, Jawa Barat, Senin 25 Maret 2019 dini hari.

Remaja Kumpul Kebo di Depok (Foto: Wahyu/Okezone)	 

Kepala Tim Jaguar Polresta Depok, Iptu Winam Agus mengatakan, saat digrebek ada dua wanita dan seorang pria tengah tertidur pulas di ruang depan. Sementara, sisanya tengah asik berhubungan intim di kamar belakang tanpa status nikah.

Penggerebekan ini dilakukan lantaran adanya laporan dari masyarakat yang resah karena ulah remaja ABG yang diduga kerap kali kumpul kebo di kosan tersebut.

10. Mahfud MD: Aksi 22 Mei Ricuh Bukan Tanggung Jawab Prabowo dan Timnya, tapi Pribadi

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan bahwa aksi protes terhadap dugaan kecurangan Pemilu di Bawaslu pada 21-22 Mei yang berujung pada kerusuhan itu bukan merupakan tanggung jawab Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno bersama timnya.

Kondisi Pos Polisi Sarinah Pascakerusuhan Aksi 22 Mei 

Menurut Mahfud, aksi yang berlansung caos itu merupakan tanggung jawab para demonstran secara pribadi.

"Orang itu harus dianggap bukan lagi sebagai representasi organisasi politik atau kontestan politik, tapi pribadi-pribadi yang melakukan tindakan. Karena ada dua hal orang yang melakukan aksi itu, pertama untuk menyampaikan aspirasi politik, (kedua) tapi kalau dengan kekerasan itu melakukan gangguan," tuturnya.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement