Menurutnya, konsumsi energi fosil yang berlebihan membuat zat karbon dioksida atau CO2 meningkat tajam. Dengan begitu, terjadilah proses alam berupa pemanasan global (global warming) hingga menyebabkan cuaca ekstrem.

"Iklim secara langsung berubah cepat menyesuaikan. Akibatnya musim hujan bisa lebih pendek tetapi curah hujannya semakin ekstrem. Lalu musim kemarau semakin panjang dengan suhu yang semakin meningkat juga," ucapnya.
Dijelaskannya, dampak yang paling terasa dari curah hujan tinggi adalah banjir akibat luapan dari aliran sungai atau kali. Hal inilah yang terjadi di wilayah Jabodetabek pada Rabu 1 Januari 2020.
"Banjir di Tangsel dan sekitarnya lebih banyak disebabkan meluapnya aliran sungai atau kali yang ada, itu dampak dari curah hujan yang tinggi," ucapnya.