nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bongkar Penipuan Berkedok Perumahan Syariah di Sidoarjo

Syaiful Islam, Jurnalis · Senin 06 Januari 2020 22:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 06 519 2149959 polisi-bongkar-penipuan-berkedok-perumahan-syariah-di-sidoarjo-o5235taRfl.jpg (Foto: Okezone.com/Syaiful Islam)

SURABAYA - Polrestabes Surabaya, Jatim berhasil membongkar perumahaan fiktif berkedok syariah. Dalam kasus ini polisi menahan pengelola perumahan fiktif yang juga menjabat Direktur Utama PT Cahaya Mentari Pratama, berinisial MS.

Hingga saat ini sudah ada 32 warga jadi korban perumahan fiktif yang diberi nama Multazam Islamic Residence. Perumahan yang menawarkan hadiah umrah bagi pembeli ini terletak di Jalan Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Sedangkan kantor pemasaran perumahan Multazam Islamic Residence terletak di Jalan Rungkut Mananggal Harapan, Surabaya. Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti brosur promosi perumahan, komputer, dua rekening, bukti transfer, serta kwitansi.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Sandi Nugroho menjelaskan, pelaku mengiming-imingi pembeli rumah siap huni. Padahal kenyataannya, rumahnya belum dibangun oleh pengelola.

"Ketika dicek ke lokasi oleh anggota masih berupa tanah kosong dan sebagian ada alang-alang. Rupanya tanah yang akan dibangun perumahan masih tanah orang, bukan milik tersangka," ucap Sandi, Senin (6/1/2020).

(Foto: Okezone.com/Syaiful Islam)

Menurut Sandi, total kerugian dari 32 konsumen yang mencapai Rp3,4 miliar. "Kami akan koordinasi dengan beberapa pihak termasuk para korban, mudah-mudahan ada aset yang masih bisa diselamatkan," kata Sandi.

Kantor pemasaran perumahan Multazam Islamic Residence sudah kosong saat didatangi petugas. Tersangka sudah memecat para karyawannya yang selama ini bekerja. Polisi masih mendalami siapa saja yang membantu tersangka dalam memuluskan aksinya.

"Tersangka memakai uang yang ada di rekening PT Cahaya Mentari Pratama untuk keperluan pribadi. Penyidik sudah periksa 9 orang sebagai saksi. Kita akan menelusuri asetnya. Kami mengimbau pada masyarakat jangan mudah tertipu dengan modus seperti ini," ujarnya.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Adapun ancaman hukumannya 4 tahun penjara.

Sementara Bendahara Paguyuban Korban Multazam Islamic Residence, Aris menyatakan pihaknya akan mengawal terus kasus tersebut supaya tersangka mendapat hukuman yang setimpal.

"Saat ini fokus ke upaya hukum pada tersangka untuk memberikan efek jera. Setelah itu kita akan menggali pasal-pasal lainnya. Kami masih berharap uang itu kembali ke masyarakat," harapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini