Share

GHB, Obat yang Digunakan Predator Seks Reynhard Sinaga untuk Perkosa Ratusan Pria

Rachmat Fahzry, Okezone · Selasa 07 Januari 2020 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 07 18 2150121 ghb-obat-yang-digunakan-predator-seks-reynhard-sinaga-untuk-perkosa-ratusan-pria-YlJlzOAFFN.jpg Polisi Inggris menyebut Reynhard Sinaga telah memperkosa 190 pria. (Foto/Facebook)

MANCHESTER – Reynhard Sinaga divonis pengadilan Inggris dipenjara seumur hidup setelah memperkosa ratusan pria dengan membiusnya terlebih dahulu menggunakan obat Gamma-hidroksibutirat (GHB).

Akibat kejadian ini, Kementerian Dalam Negeri Inggris mendesak agar penjualan GHB segera ditinjau ulang serta.

Reynhard Sinaga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena melakukan pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria di Kota Manchester, Inggris.

Polisi percaya dia menggunakan minuman keras yang dicampur GHB untuk membuat korbannya tidak sadar sebelum memerkosa.

Baca juga: WNI Pemerkosa Ratusan Pria di Inggris Sebut "Sisi Gelapnya" dalam Pengantar Skripsi

Baca juga: Pria WNI Dihukum Seumur Hidup atas Kasus Pemerkosaan di Inggris

Dikarenakan sifat obatnya keras, mayoritas korban kehilangan ingatan dan tidak tahu mereka telah diperkosa.

Namun aparat tidak menemukan jejak obat bius di apartemen Reynhard.

Foto/Facebook

Di sisi lain, para pakar mengungkapkan dalam persidangan, gejala yang ditunjukkan para korban pria konsisten dengan orang yang keracunan GHB. GHB merupakan obat bius berupa cairan bening atau bubuk yang tak berbau.

Untuk medis

Menurut BBC, Selasa (7/1/2020), obat itu awalnya diproduksi untuk tujuan medis -saat ini dikategorikan sebagai obat terlarang- mudah larut dalam cairan.

Dalam periode 10 tahun sampai 2017, obat bius ini menyebabkan 200 kematian di Inggris. Empat korban di antaranya digunakan pembunuh berantai di Inggris, Stephen Port.

Seperti halnya Reynhard, Port menggunakan obat bius ini untuk melakukan pemerkosaan.

Para pegiat mengatakan pemerintah Inggris tidak berbuat cukup untuk menangani penyalahgunaan obat GHB untuk mencegah korban lebih lanjut. Dampak pemerkosaan yang Reynhard terhadap korbannya, menurut mereka, parah.

Menurut Lisa Waters dari Pusat Bantuan Serangan Seksual, St Mary's Sexual Assault Referral Centre, sebagian pria korban Reynhard sangat sulit melakukan kegiatan sehari-hari usai terungkap bahwa mereka menjadi korban pemerkosaan.

Dampaknya bagi para korban antara lain ada yang menggunakan obat bius, tak bisa bekerja lagi, tak bisa melanjutkan studi di universitas, dan ada yang merasa tak berguna lagi dalam keluarganya sehingga meninggalkan keluarganya.

"Sebagian korban bahkan mencoba bunuh diri dan kami mencoba membantu mereka dan berusaha memastikan mereka merasa aman," kata Waters.

"Saya sangat prihatin dengan penggunaan obat-obatan terlarang seperti GHB dalam kejahatan ini, dan meminta dewan penasihat independen agar mempercepat tinjauan penyalahgunaan narkoba," kata Menteri Dalam Negeri Inggris Raya Priti Patel mengutip Skynews, Selasa (7/1/2020).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini