nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Reynhard Sinaga 'Predator Seks' Terbesar di Inggris, Kasus Terungkap Berkat Korban Tinju Pelaku

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 12:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 07 18 2150145 reynhard-sinaga-predator-seks-terbesar-di-inggris-kasus-terungkap-berkat-korban-tinju-pelaku-1uKTGkASQm.jpg Reynhard Sinaga menggunakan obat GHB untuk membius para korban. (Foto/Facebook)

MANCHESTER – Kasus perkosaan berantai oleh Reynhard Sinaga terungkap pada Juni 2017 setelah seorang pria yang tengah diperkosanya terbangun dan langsung memukulnya.

Laporan BBC Selasa (7/1/2020) yang mengutip keterangan polisi, korban dalam kondisi tengkurap dan Reynhard menindihnya dalam keadaan tanpa busana di kamar mandi.

Reynhard langsung dipukul sampai tak sadarkan diri dan pria tersebut menelepon polisi.

Dalam dua telepon seluler Reynhard, polisi menemukan rekaman film berjam-jam perkosaan yang dilakukan Reynhard di apartemennya.

Polisi juga menemukan berbagai barang milik korban di apartemennya, termasuk telepon genggam dan kartu bank. Reynhard menyanggah mencuri barang-barang itu sebagai trofi atau kenang-kenangan.

"Barang-barang itu ketinggalan secara tak sengaja dan saya tidak tahu bagaimana mengembalikannya," katanya.

Baca juga: GHB, Obat yang Digunakan Predator Seks Reynhard Sinaga untuk Perkosa Ratusan Pria

Baca juga: WNI Pemerkosa Ratusan Pria di Inggris Sebut "Sisi Gelapnya" dalam Pengantar Skripsi

Reynhard Sinaga dihukum seumur hidup dengan masa hukuman minimal 30 tahun berada di penjara oleh Pengadilan Manchester, Inggris pada Senin 6 Januari 2020.

Ia terbukti melakukan 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 orang pria, selama rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017. Di antara 159 kasus tersebut terdapat 136 kasus perkosaan, di mana sejumlah korban diperkosa berkali-kali.

Kepala unit kejahatan khusus, Kepolisian Manchester Raya, Mabs Hussain mengatakan bukti video yang direkam melalui dua telepon genggam Reynhard seperti halnya menyaksikan "1.500 film DVD".

Hussain mengatakan penyidikan dua tahun kasus pemerkosaan yang disebut "Operation Island", Operasi Pulau, ini seperti layaknya menyusun teka-teki tanpa gambar.

Kepolisian dan kejaksaan menyebut kasus ini adalah penyelidikan perkosaan terbesar dalam sejarah Inggris, dan aparat menyerukan kepada korban-korban lain untuk melapor.

Ian Rushton, dari Kantor Kejaksaan yang memimpin penyelidikan kasus, mengatakan Reynhard Sinaga kemungkinan adalah pemerkosa terbesar di dunia.

Reynhard berasal dari keluarga mapan yang tinggal di Depok, Jawa Barat. Ia merupakan anak tertua dari empat bersaudara. Ayahnya adalah pengusaha yang bergerak di sejumlah bidang.

Reynhard lulus dari fakultas teknik jurusan arsitektur di Indonesia pada 2006 dan melanjutkan studi ke Inggris setahun setelah itu. Ia meraih tiga gelar magister di Manchester. Ia tengah melanjutkan studi doktoral di Universitas Leeds saat tertangkap, tapi tetap tinggal di Manchester.

Dari penuturannya, Reynhard diketahui pernah bekerja sebentar di dua klub sepak bola di Manchester, toko baju dan juga di bar di Gay Village, kawasan yang sering dikunjunginya.

Ia juga sering beribadah di salah satu gereja di kota itu.

Sasaran Reynhard adalah pria muda, sebagian besar berusia 20 tahunan yang pada umumnya tengah berkumpul dan minum-minum bersama rekan-rekan mereka di klub-klub malam.

Banyak di antara mereka yang begitu mabuk dan tidak ingat pertemuan dengan Reynhard dan hanya beberapa yang ingat momen saat diajak ke apartemennya, namun setelah itu tak ingat apa-apa lagi. Para Korban tidak bisa ingat kejadian malam sebelumnya karena menenggak minuman keras yang telah dicampur obat bius gammahidroksibutirat (GHB).

Di sebagian rekaman, Reynhard tampak meniduri para pria muda yang tidak sadar, di sebagian lainnya terlihat ada yang muntah sementara Reynhard terus menjalankan aksinya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini