Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

279 Konflik Agraria Terjadi di Indonesia Selama 2019, Jawa Barat Tertinggi

Alifa Muthia Diningtyas , Jurnalis-Selasa, 07 Januari 2020 |12:12 WIB
279 Konflik Agraria Terjadi di Indonesia Selama 2019, Jawa Barat Tertinggi
Peluncuran catatan akhir tahun 2019 KPA (Okezone.com/Alifa)
A
A
A

Kemudian konflik agraria pada sektor perkebunan di Kabupaten Pengandaran. Konflik dipicu bekas hak guna usaha (HGU) sebuah perusahaan seluas 368,17 hektare di Desa Sindangsari dan Sukajaya, Kecamatan Cimerak. Hingga kini warga masih berhadapan dengan masalah hukum.

“Padahal hak guna usaha tersebut telah habis masa berlakunya sejak 1997,” terang Dewi.

Di Sumatera Utara, konflik agrarian didominasi sektor perkebunan, terutama perusahaan kelapa sawit. Ada perusahaan perkebunan terlibat konflik dengan penduduk pada 2019, dan pihak perusahaan menganiaya dua masyarakat adat Lamtoras Sihaporas, Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

“Bahkan salah satunya adalah balita sekitar umur 3 tahun, yakni Mario Ambarita,” pungkas Dewi.

Sedangkan konflik agraria antara warga dengan perusahaan sektor tambang di antaranya di Kabupaten Barito Tengah, Kalimantan Tengah. Kemudian konflik dalam pembebasan lahan untuk pembangunan Pasar Katowaringin dan pembangunan sirkuit.

“Konflik di Kalimantan Tengah juga didominasi oleh perusahaan perkebunan sawit, terutama oleh perusahaan perkebunan swasta,” tutupnya.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement