nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebong Bengkulu Diguncang Gempa M3,5

Demon Fajri, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 21:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 07 340 2150411 lebong-bengkulu-diguncang-gempa-m3-5-E3Fw2jTNxR.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

BENGKULU - Gempa dengan magnitudo 3,5, mengguncang Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, sekira pukul 19.51 WIB. Gempa di wilayah Tenggara Lebong itu terletak diepisenter pada koordinat 3.29 Lintang Utara-102.30 Bujur Timur.

Persisnya berlokasi di darat, pada jarak 19 km Tenggara Lebong, Bengkulu, pada kedalaman 5 km. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan gempa jenis dangkal.

Gempa di Lebong, kata Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli Muda, Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Sabar Ardiansyah, disebabkan aktivitas patahan lokal yang ada di wilayah Bengkulu. Patahan Ketahun (Segmen Ketahun), namanya.

''Gempa disebabkan adanya aktivitas patahan Ketahun. Gempa ini jenis dangkal, getaran gempa di Lebong dirasakan II MMI,'' kata Sabar saat dikonfirmasi, Selasa (7/1/2020).

 Gempa Bumi

Daerah Bengkulu, terang Sabar, tidak hanya memiliki potensi gempa dari laut atau tektonik. Namun, Bengkulu juga memiliki potensi gempa di wilayah daratan. Hal ini terjadi karena adanya sistem patahan lokal sumatera, yang melalui wilayah Bengkulu. Di mana ada tiga patahan lokal yang ada di wilayah Bengkulu.

Yakni, patahan Musi (Segmen Musi) yang terletak di Kabupaten Kepahiang, patahan Manna (Segmen Manna) yang terletak di Kabupaten Bengkulu Selatan, dan patahan Ketahun (Segmen Ketahun). Karakteristik gempa bumi darat tersebut biasa terjadi dengan kekuatan lebih kecil dari pada gempa bumi di laut.

''Semoga dengan pelepasan energi di patahan ketahun ini, bisa mengurangi energi yang tersimpan,'' terang Sabar.

Hasil monitoring BMKG hingga saat ini, belum menunjukkan terjadi gempa bumi susulan. Meskipun demikian, imbau Sabar, masyarakat di daerah Kabupaten Lebong dan sekitarnya diimbau tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan informasi BMKG.

Selain itu, tambah Sabar, sejak gempa terjadi belum adanya laporan kerusakan di wilayah tersebut. Baik kerusakan bangunan pemerintah, sarana ibadah, pendidikan, kesehatan maupun bangunan rumah penduduk. Sebab, gempa yang mengguncang Lebong tidak begitu dirasakan masyarakat setempat.

''Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada. Gempa tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Sejak gempa terjadi belum ada gempa susulan,'' pungkas Sabar.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini