nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria Pengangguran Lecehkan Gadis 10 Tahun

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 01:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 07 340 2150431 birahi-memuncak-pria-pengangguran-setubuhi-gadis-10-tahun-qHuMUQtzWl.JPG Pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur di Kotawaringin Barat, Kalteng (Foto: Okezone.com/Sigit Dzakwan)

KOTAWARINGIN BARAT - Akibat tak mampu menahan nafsu birahi, Yohanes (20), pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggal di Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah tega memperkosa gadis 10 tahun sambil diancam dengan pisau.

Kapolres Kobar, AKBP Dharma Ginting menerangkan, peristiwa persetubuhan terhadap korban terjadi pada Oktober 2019 silam.

"Pada saat kejadian, korban sendirian di rumah lalu datang seorang laki-laki yang tidak dikenal (tersangka) dan langsung menanyakan keberadaan orangtua korban. Lalu dijawab tidak ada, namun tersangka masih menunggu dan duduk di depan rumah," terang Kapolres, Selasa (7/1/2020).

Kemudian korban pamit kepada tersangka untuk pergi ke dapur, dan ternyata tersangka mengikutinya dari belakang. Sesampainya di dapur, korban langsung dipaksa untuk melakukan hubungan badan.

"Karena korban menolak, tersangka yang sudah tidak bisa membendung nafsunya lantas mengambil sebilah pisau di dapur untuk mengancam korban. Akhirnya korban mau menuruti permintaan tersangka," tambah Dharma.

Setelah selesai mencabuli korban, tersangka lalu ke kamar mandi. Kesempatan inilah yang digunakan korban untuk lari keluar rumah dan meminta pertolongan pada tetangganya. Namun pelaku keburu kabur.

"Setelah buron dua bulan, akhirnya pada Senin 30 Desember 2019 tersangka diamankan oleh Polsek Pangkalan Banteng kemudian diserahkan ke Polres Kobar guna penanganan lebih lanjut,” tuturnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar. (put)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini