nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pekan Depan Mantan Sekda Jabar Bakal Diseret ke Meja Hijau

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 13:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 07 525 2150173 pekan-depan-mantan-sekda-jabar-bakal-diseret-ke-meja-hijau-9YL1Nnyogr.jpg Mantan Sekda Jabar, Iwa Kurniawa saat sidang (foto: Okezone.com)

BANDUNG - Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung akan menggelar sidang kasus korupsi yang menjerat Sekda Jabar nonaktif Iwa Karniwa. PN Bandung pun telah menerima berkas Iwa Karniwa dari Jaksa KPK.

"Kami sudah terima berkas dari Jaksa KPK, dengan nomor perkara 01‎/Pidsus/TPK/2020/Pn.Bdg, dengan nama terdakwa Iwa Karniwa," ujar Panitera Muda Tipikor P‎N Kelas I A Khusus Bandung, Yuniar Rohmatullah, Selasa (7/1/2020).

Iwa diduga menerima suap senilai Rp900 juta, terkait pengurusan persetujuan substansi Pemprov Jabar, terhadap revisi Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Pemkab Bekasi.

 Baca juga: Mantan Sekda Jabar Akan Diadili Terkait Suap Izin Proyek Meikarta

Revisi Raperda RDTR itu mengakomodir kepentingan PT Lippo Cikarang dalam proyek Meikarta. Peran Iwa diungkap terpidana pemberi suap Meikarta, Neneng Rahmi Nurlaili selaku Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi di persidangan.

Lalu, keterangan Sekretaris Dinas PUPR Pemkab Bekasi Henry Lincoln dan Anggota DPRD Jabar dari Fraksi PDI Perjuangan, Waras Wasisto. Adapun sumber uang Rp 900 juta diperoleh Neneng dari PT Lippo Cikarang lewat Edy Dwi Soesianto dan Satriyadi.

"Sidangnya akan digelar pada pekan depan," singkatnya.

Diketahui, KPK telah menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) non-aktif Pemprov Jawa Barat (Jabar), Iwa Karniwa (IWK) sebagai tersangka pengembangan kasus dugaan suap pengurusan izin mega proyek Meikarta di Cikarang.

 Baca juga: KPK Ungkap Adanya Saksi yang Terancam di Kasus Suap Proyek Meikarta

Iwa Karniwa diduga menerima suap Rp900 juta untuk mengurus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi yang masih berkaitan dengan proyek Meikarta.

Selain Iwa, KPK telah menetapkan mantan Presiden Direktur (Presdir) PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto (BTO) sebagai tersangka dalam pengembangan perkara ini.

Bartholomeus diduga bersama-sama dengan terpidana kasus korupsi ini yaitu, Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi, serta Fitra Djaja Purnama berupaya meloloskan Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT) terkait pembangunan proyek Meikarta.‎

Mereka diduga menyuap mantan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin sebesar Rp10,5 miliar yang uangnya disinyalir berasal dari PT Lippo Cikarang. Uang tersebut untuk mengurus IPPT terkait pembangunan proyek Meikarta di Cikarang, Jawa Barat.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini