nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konflik Iran-AS, Seluruh WNI di Timur Tengah Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 13:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 08 18 2150605 konflik-iran-as-seluruh-wni-di-timur-tengah-diimbau-tingkatkan-kewaspadaan-yzUTytQM7g.jpg Bendera Amerika Serikat dan Iran. (Foto/Reuters)

JAKARTA – Sehubungan dengan situasi yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah (Timteng), terutama di wilayah Iran, Irak dan sekitarnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengeluarkan imbauan bagi semua warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan tersebut.

Dalam keterangan yang dirilis pada Rabu, 8 Januari 2020, Kementerian Luar Negeri dengan memperhatikan situasi politik dan keamanan di wilayah Irak, Iran dan sekitarnya, mengimbau WNI untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi dan imbauan otoritas setempat terutama terkait situasi keamanan, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di negara tempat mereka tinggal.

Baca juga: Parlemen Iran Resmi Cap Pasukan AS sebagai Organisasi Teroris

Baca juga: Iran Kibarkan Bendera Merah Serukan Pembalasan ke AS atas Kematian Jenderal Soleimani

WNI juga diminta tidak segan-segan untuk segera menghubungi perwakilan RI setempat atau yang terdekat jika memerlukan informasi atau bantuan.

Berikut adalah nomor-nomor hotline perwakilan RI yang dapat dihubungi: 

KBRI Baghdad: +964 780 6610 920/+9647500365228

KBRI Tehran: +989120542167

KBRI Kuwait City:+965-9720 6060

KBRI Manama:+973-3879 1650

KBRI Doha:+974-33322875

KBRI Abu Dhabi:+971-566-156259

KBRI Amman: +962 7 7915 0407

KBRI Damascus: +963 954 444 810

KBRI Beirut: +961 5 924 676

KBRI Muscat: +968 9600 0210

KBRI Riyadh: +966 56 917 3990

KJRI Dubai: +971-56-3322611/+971-56-4170333

KJRI Jeddah: +966-50360 9667

Kementerian Luar Negeri juga telah menghidupkan pusat penanganan krisis (crisis centre) yang dapat dihubungi di nomor +62 812-9007-0027.

Selain imbauan bagi WNI, Kementerian Luar Negeri dan perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di wilayah tersebut juga telah mempersiapkan rencana kontijensi perlindungan WNI untuk mengantisipasi eskalasi dan dampaknya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini