Mengungsi ke Hutan, Seratusan Korban Banjir Bandang Lebak Kondisinya Memprihatinkan

Rabu 08 Januari 2020 08:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 08 340 2150497 mengungsi-ke-hutan-seratusan-korban-banjir-bandang-lebak-kondisinya-memprihatinkan-z4SsGHdRQ9.jpg Petugas mengevakuasi korban banjir bandang di Lebak, Banten, yang mengungsi ke hutan. (Foto : iNews/Iskandar Nasution)

LEBAK – Seratusan korban banjir bandang di Lebak, Banten ditemukan petugas gabungan PMI, SAR, dan TNI/Polri di dalam hutan. Mereka merupakan warga Kampung Cigobang, Kabupaten Lebak, Banten, yang mengungsi ke hutan saat banjir melanda pada Rabu 1 Januari 2020.

Berdasarkan informasi, seratusan warga tersebut menyelamatkan diri dengan naik ke bukit dan hutan dari terjangan bencana banjir bandang dengan hanya membawa perbekalan seadanya.

Selama berada di hutan, mereka memilih bertahan. Mereka takut pulang ke kampungnya karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan ditambah sebagian rumah warga rusak diterjang air bah.

“Ada sekitar 150 warga yang mengungsi di dalam hutan dan kondisi memprihatinkan seperti lemas karena mereka sudah sekitar beberapa hari bertahan di hutan untuk menyelamatkan diri saat banjir bandang menerjang perkampungan mereka di Desa Cigobang, Kecamatan Lebak," kata Koordinator Lapangan PMI di Pos Lebak Gedong, Awang, mengutip iNews.id, Rabu (8/1/2020).

Personel PMI bersama Tim SAR gabungan Pos Lebak Gedong yang menyisir kawsan hutan berhasil menemukan warga dalam kondisi mengkhawatirkan, seperti lemas dan ada beberapa di antaranya yang sakit karena selama mereka terisolasi tidak membawa bekal yang mencukupi.

"Para korban terdampak banjir langsung kami evakuasi ke Puskesmas Lebak Gedong dan sebagian di bawa ke Markas Batalyon Mandala Yudha Kostrad Ciuyah, Lebak karena, GOR Futsal Lebak Gedong sudah sangat penuh dengan pengungsi,” kata Awang.

Petugas TNI/Polri mengevakuasi warga korban banjir bandang di Lebak, Banten yang mengungsi di hutan. (Foto : iNews/Iskandar Nasution)

Dia mengatakan, ratusan korban banjir bandang itu dievakuasi dengan kendaraan roda empat dan ambulans sebab ada sebagian dari mereka yang sakit. Korban banjir ini pun langsung diberikan asupan makanan untuk menambah energi karena selama mengungsi perbekalannya terbatas.

Ketua Balawisata Lebak, Ade Ervin mengatakan, evakuasi korban yang terjebak di atas gunung terus dilakukan sepekan setelah bencana itu melanda. Menurut dia, para korban merupakan warga sekitar yang saat ini terjebak karena dari arah utara dan selatan jalan menuju desa terdekat mengalami ambles.

“Hutan sudah gundul, tanaman sudah beralih fungsi dan sebagian diduga dijadikan tempat penggalian tambang emas ilegal oleh warga sekitar. Akibatnya, di saat hujan dengan intensitas tinggi membuat tanah di gunung menjadi longsor,” katanya.

Dia mengatakan, perjalanan menuju lokasi posko pengungsi yang berada di atas gunung cukup jauh. Relawan terpaksa menerabas hutan agar bisa sampai ke puncak gunung.


Baca Juga : Pemkot Bekasi Sewa 60 Truk Angkut Sampah Sisa Banjir

“Para korban longsoran tanah tinggal di atas gunung dengan tempat seadanya. Mereka hanya memakai tenda plastik dan tidak memiliki makanan,” ujarnya.


Baca Juga : Pemulung Meraup Untung di Balik Bencana Banjir

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini