Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

6 Gerhana Bulan & Matahari Bakal Terjadi di 2020

Alifa Muthia Diningtyas , Jurnalis-Kamis, 09 Januari 2020 |14:42 WIB
6 Gerhana Bulan & Matahari Bakal Terjadi di 2020
Saat warga melihat gerhana matahari menggunakan teleskop. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)
A
A
A

JAKARTA – Gerhana bulan dan matahari bakal terjadi enam kali sepanjang 2020. Fenomena alam itu dapat dilihat masyarakat di Asia, Eropa, sebagian besar Afrika bagian Timur, sebagian kecil Australia bagian Barat, dan Samudera Hindia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis bakal ada enam kali gerhana pada 2020, terdiri dari dua kali gerhana matahari dan empat kali gerhana bulan.

Gerhana Matahari Cincin di Langit Jakarta

Pertama adalah Gerhana Bulan Penumbra (GBP) pada 11 Januari 2020 yang dapat diamati dari Indonesia, kedua GBP pada 6 Juni 2020 yang juga bisa diamati dari Indonesia, ketiga Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 21 Juni 2020 yang bisa diamati dari Indonesia berupa gerhana matahari sebagian, kecuali sebagian besar Jawa dan sebagian kecil Sumatera bagian Selatan.

Kacamata Khusus untuk Melihat Gerhana Matahari Parsial

GBP kembali terjadi pada 5 Juli dan 20 November 2020, semuanya bisa diamati dari Indonesia. Keenam, terjadi Gerhana Matahari Total (GMT) pada 14 Desember 2020, namun tidak dapat diamati dari Indonesia.

Berdasarkan laporan resmi dari Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, akan ada tiga fase gerhana bulan penumbra pada Sabtu 11 Januari. Gerhana terjadi mulai pukul 00.05 WIB. Puncaknya terjadi pukul 02.10 WIB hingga berakhir pada pukul 04.14 WIB. Diketahui bahwa durasi gerhana sekira 4 jam 08,7 menit.

Menurut BMKG, proses gerhana pada saat bulan terbit dapat diamati di Afrika bagian Barat, Samudra Atlantik, sebagian kecil Amerika bagian Timur Laut, dan sebagian kecil Amerika Selatan bagian Timur. Sedangkan, proses gerhana pada saat bulan terbenam dapat diamati di Amerika Utara bagian Barat Laut, Samudra Pasifik bagian Barat, dan sebagian besar Australia bagian Timur. Namun, fenomena gerhana ini tidak dapat diamati di sebagian besar wilayah Amerika dan Samudra Pasifik bagian Timur.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement